JAYAPURA, Redaksipotret.co – Provinsi Papua merupakan wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi keenam, yaitu sebesar 18,09 persen, jauh diatas angka persentase penduduk miskin Nasional yang sebesar 8,57 persen. Persentase penduduk miskin di Papua mengalami kenaikan 0,83 persen dari Maret 2024 ke September 2024.
Adriana Helena Carolina selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyampaikan, hasil pendataan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2024 menunjukkan angka tersebut berarti bahwa dari setiap 100 orang penduduk di provinsi Papua, sekitar 18 hingga 19 orang merupakan penduduk miskin.
“Sedangkan dari sisi jumlah, penduduk miskin di Provinsi Papua pada September 2024 sebesar 161,07 ribu orang,” jelas Adriana melansir laman bpspapua.go.id, Sabtu (18/1/2025).
Adriana menjelaskan, sumber data Kemiskinan berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas yang dilakukan BPS setahun dua kali, yaitu pada Maret atau triwulan 1 dan September atau triwulan 3.
Sementara itu, pada September 2024, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada Garis Kemiskinan atau GK baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.
“Beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni 15,14 persen di perkotaan dan 14,12 persen di perdesaan. Kemudian sumbangan terbesar kedua terhadap GK yaitu ikan Kembung yaitu 6,76 persen di perkotaan dan rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK di perdesaan yaitu 6,63 persen,” kata Adriana.
Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.
Garis Kemiskinan pada September 2024 adalah sebesar Rp708.811,00 per kapita per bulan. Dibandingkan Maret 2024, GK naik sebesar 5,11 persen.
Dengan memperhatikan komponen GK yang terdiri dari GK Makanan atau GKM dan Bukan Makanan atau GKBM peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan.
“Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada September 2024 di perkotaan sebesar 67,71 persen dan di perdesaan sebesar 69,69 persen,” ungkapnya.
Rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Papua memiliki 4,17 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.955.741,87 per rumah tangga
miskin per bulan.
Editor : Syahriah Amir























































