JAYAPURA, Redaksipotret.co – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke XXVIII (28) tingkat Provinsi Papua digelar selama tiga hari (13-15 Juni 2025) di Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Papua di Kota Jayapura.
STQ adalah ajang seleksi dan perlombaan yang berfokus pada pembacaan Al-Quran dan pemahaman hadis, yang diadakan secara rutin untuk memeriahkan kegiatan keislaman digelar dua tahun sekali. STQ tahun ini bertemakan “Membumikan Al-Qur’an, Membina Generasi Qur’ani, Membangun Papua Bermartabat.”
Ketua Panitia STQ ke-28, Karsudi menyampaikan, tema tersebut mencerminkan semangat untuk menjadikan Al Qur’an sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat Papua yang religius dan berakhlak mulia.
Sebanyak 60 peserta berkompetisi dalam lomba ini yang berasal dari delapan kabupaten dan satu kota di Papua. Masing – masing daerah mengirimkan perwakilan, yaitu, Kabupaten Biak Numfor 8 orang, Kabupaten Jayapura 8 orang, Keerom 7 orang, Kepulauan Yapen 5 orang, Mamberamo Raya 6 orang, Sarmi 7 orang, Supiori 2 orang, Waropen 5 orang, dan Kota Jayapura 12 orang, dengan total kafilah termasuk pelatih, pendamping, dan official mencapai 128 orang.
Karsudi menyampaikan bahwa tujuan gelaran STQ untuk menyeleksi qari dan qariah, hafiz dan hafizah terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se Papua untuk mewakili provinsi di ajang nasional yang akan berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Selain itu, STQ menjadi sarana untuk membina potensi seni baca Al-Qur’an, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kitab suci, dan mempererat sinergi keagamaan pascapemekaran wilayah di Tanah Papua,” ucapnya.
Karsudi bilang, terdapat dua cabang utama yang diperlombakan dalam STQ kali ini, yaitu seni baca Al-Qur’an atau Tilawah dan hafalan Al-Qur’an atau Hifzhil Qur’an dengan total tujuh golongan lomba, meliputi kategori anak-anak hingga dewasa, serta hafalan satu hingga 30 juz.
Dia berharap, seluruh yang terlibat dalam STQ ini dapat menjunjung tinggi sportifitas dan menjaga ukhuwah islamiah sesama umat manusia.
Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Papua, Setiyo Wahyudi menjelaskan bahwa melalui tema tersebut, pihaknya ingin menghadirkan generasi yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mencintai, memahami maknanya serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penyelenggaraan STQ tahun ini, kata Setiyo, memiliki dimensi yang strategis lantaran pertama kali digelar pascapemekaran Papua menjadi empat provinsi, yaitu, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan serta provinsi induk Papua.
Dia juga mengingatkan bahwa di tengah transformasi aktivitas ini, STQ menjadi media yang sangat penting dalam menjaga persatuan, mempererat ukhuwah islamiah serta menyatukan langkah dan membina umat melalui Al Quran.
Editor : Syahriah Amir
























































