JAYAPURA, Redaksipotret.co – Real Estate Indonesia (REI) mencatat selama 2023, daya beli masyarakat terhadap properti, khususnya rumah bersubsidi mengalami penurunan 20 persen.
Sekretaris DPD REI Papua, Akbar Arif mengungkapkan, menurunnya daya beli masyarakat disebabkan terbentuknya daerah otonomi baru yang telah genap berusia setahun pada 2023 lalu.
“Sasaran pengguna rumah subsidi ini untuk pegawai negeri dengan golongan tertentu dan swasta. Sejak ada pemekaran, pegawai terbagi ke provinsi baru, ini yang menyebabkan daya beli menurun,” kata Akbar di Jayapura, Rabu (3/1/2024).
Sementara itu, pesta demokrasi yang akan berlangsung pada Februari mendatang diyakini tidak mempengaruhi penjualan properti, terutama rumah subsidi.
“Termasuk perumahan komersil tidak terpengaruh di tahun politik. Tetapi yang menjadi kendala, harga tanah semakin mahal dan juga pengurusan perizinan sedikit rumit terkait tata ruang, sehingga pembangunan rumah komersil stagnan,” jelasnya.
Akbar mengatakan, pembangunan rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga posisi Oktober sebanyak 80 persen atau 1.521 unit dari kuota sebanyak 2.000 unit.
Dia berharap, tahun 2024 pemerintah menambah kuota hingga 50 persen, lantaran peminat rumah subsidi yang dibangun REI cukup tinggi.
Editor : Syahriah Amir



















































