JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau menjadi Desa Binaan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura. Pembentukan kampung tersebut menjadi desa binaan telah dilaksanakan pada Sabtu (18/5/2024).
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Agustinus Wahyudi Indaryono mengatakan bahwa pembentukan desa binaan bagian dari tugas dan fungsi Imigrasi Jayapura sejalan dengan amanah Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM.
Tujuan pembentukan desa binaan tersebut, kata Agustinus, untuk mengatasi adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia atau TPPM.
“Dengan adanya desa binaan, kita bisa saling berkolaborasi dengan masyarakat setempat dan bisa melakukan sosialisasi tentang paspor, PLB dan siapa saja yang berhak mendapatkan paspor,” ujar Agustinus.
Hal senada disampaikan Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Martinus Putra. Dia mengatakan, desa binaan sebagai wadah pengenalan Keimigrasian kepada masyarakat diantaranya, tindak pidana keimigrasian.
“Desa binaan mempermudah pihak Imigrasi mendeteksi masuknya warga asing, terlebih dari PNG lantaran Kampung Tahima Soroma ada di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Kedepan, Imigrasi berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membentuk Tahima Soroma menjadi Kampung Imigrasi yang dapat membantu masyarakat tidak hanya tentang keimigrasian, tetapi juga memberikan edukasi tentang pendidikan secara umum bagi anak-anak.
Sementara itu, Kepala Kampung Tahima Soroma, Tommy Octovianus berharap pasca pembentukan Desa Binaan, pihaknya meminta Imigrasi Jayapura tak berhenti memberikan perhatian serta motivasi agar kampung tersebut lebih maju dan menjadi contoh bagi kampung lainnya di Kota Jayapura.
Warga Kampung Tahima Soroma Kayo Pulau, Fransiska berharap Imigrasi Jayapura dapat membuat kegiatan di kampung tersebut secara terjadwal, sehingga masyarakat dapat membantu melakukan pengawasan terhadap orang asing yang masuk di wilayah Indonesia, khususnya di Kota Jayapura, Papua.
Editor : Syahriah Amir





























































