JAYAPURA, Redaksipotret.co – RSUP Jayapura terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan beragam.
Rumah sakit pemerintah yang diproyeksikan menjadi pusat rujukan kesehatan di Tanah Papua ini saat ini didukung oleh total 759 personel yang terdiri atas Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga mitra, dan tenaga outsourcing.
Direktur Utama RSUP Jayapura, Petronella Marcia Risamasu, mengatakan kekuatan layanan rumah sakit tidak hanya ditopang oleh fasilitas dan peralatan medis, tetapi juga oleh ketersediaan tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang profesional.
Dari total personel yang ada, sebanyak 558 tenaga kerja merupakan bagian dari kekuatan inti pelayanan rumah sakit.
Jumlah tersebut terdiri atas 542 ASN organik, tiga peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), sembilan ASN mitra, dan empat tenaga non-ASN mitra. Kelompok tenaga kesehatan terbesar di RSUP Jayapura berasal dari profesi perawat yang berjumlah 208 orang.
Selain itu, terdapat 130 tenaga kesehatan lainnya, 81 tenaga non-kesehatan, 34 analis laboratorium, 21 dokter umum, 20 tenaga farmasi, 16 apoteker, 14 bidan, serta 10 dokter gigi yang mendukung operasional pelayanan sehari-hari.
Selain didukung tenaga kesehatan umum, RSUP Jayapura juga diperkuat oleh 24 dokter spesialis yang mengampu 17 bidang spesialisasi medis.
Keberadaan dokter spesialis tersebut menjadi salah satu modal utama rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat Papua.
Bidang spesialisasi yang tersedia meliputi Penyakit Dalam, Anak, Kebidanan dan Kandungan, Bedah Umum, Bedah Saraf, Bedah Anak, Neurologi, Jantung dan Pembuluh Darah, Mata, Penyakit Mulut, Anestesiologi, Radiologi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Paru, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, serta Urologi.
Ketersediaan berbagai layanan spesialis ini mendukung fokus pengembangan RSUP Jayapura dalam menangani sejumlah penyakit prioritas nasional, seperti kanker, penyakit jantung, stroke, uronefrologi, kesehatan ibu dan anak, serta tuberkulosis.
Dengan dukungan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terus bertambah, serta rencana ekspansi layanan dan fasilitas pada pertengahan tahun 2026, RSUP Jayapura optimistis dapat memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama di Tanah Papua.
“Kami terus membangun kapasitas pelayanan melalui penguatan SDM dan fasilitas kesehatan agar masyarakat Papua dapat memperoleh layanan yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ujar Petronella Marcia Risamasu selaku Direktur Utama RSUP Jayapura, Jumat, 29 Mei 2026. (Muhammad Rafiq)



















































