JAYAPURA, Redaksipotret.co – Dalam upaya memperluas cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua, RSUP Jayapura terus melakukan pengembangan fasilitas dan layanan medis.
Memasuki triwulan II tahun 2026, rumah sakit pemerintah ini menargetkan pembukaan sejumlah layanan baru untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin beragam.
Direktur Utama RSUP Jayapura, Petronella Marcia Risamasu, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk mengoperasikan layanan tambahan yang akan melengkapi layanan spesialis yang telah berjalan.
Adapun layanan baru yang direncanakan beroperasi meliputi, Poliklinik Dermato Venereologi dan Estetika, Poliklinik Telinga Hidung Tenggorokan (THT), serta Poliklinik Orthopedi. Selain itu, rumah sakit juga akan menambah fasilitas penunjang kegawatdaruratan berupa Kamar Operasi (OK) Emergency dan layanan Pemulasaran Jenazah atau Label Hitam.
“Pengembangan layanan tersebut diharapkan semakin memperkuat peran RSUP Jayapura sebagai rumah sakit rujukan utama di tanah Papua, khususnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan terintegrasi,” kata Petronela, Jumat, 29 Mei 2026.
Selain memperluas layanan, RSUP Jayapura juga terus meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap. Saat ini rumah sakit memiliki total kapasitas 252 tempat tidur, dengan 203 tempat tidur yang telah siap digunakan untuk melayani pasien.
“Kapasitas terbesar tersedia pada ruang Rawat Inap KRIS yang mampu menampung hingga 161 pasien. Dari jumlah tersebut, sebutnya, lebih dari seratus tempat tidur telah siap digunakan untuk mendukung pelayanan rawat inap reguler,” ungkapnya.
Petronela bilang, untuk pasien yang membutuhkan layanan dengan fasilitas lebih tinggi, rumah sakit juga menyediakan ruang Rawat Inap VIP berkapasitas 16 tempat tidur yang seluruhnya telah beroperasi, ruang VVIP dengan kapasitas 22 tempat tidur yang sebagian besar sudah siap digunakan, serta ruang President Suite dengan kapasitas lima tempat tidur.
Sementara, di bidang perawatan intensif, RSUP Jayapura memiliki total kapasitas 48 tempat tidur yang tersebar di berbagai unit intensive care, dengan 40 tempat tidur di antaranya telah beroperasi.
Dia mengatakan, fasilitas tersebut mencakup ruang Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), High Care Unit (HCU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), serta unit Perinatologi yang diperuntukkan bagi perawatan bayi dan ibu dengan kondisi khusus.
Untuk mendukung penanganan penyakit menular, rumah sakit juga menyediakan ruang rawat inap isolasi dengan kapasitas 13 tempat tidur, di mana 11 tempat tidur telah siap digunakan.
“Kami optimistis dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat rujukan layanan kesehatan regional di kawasan timur Indonesia,” pungkasnya. (Muhammad Rafiq)




















































