JAYAPURA, Redaksipotret.co – Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Waibhu menggelar aksi mogok kerja atau pelayanan kesehatan untuk sementara waktu pada Senin (3/6/2024).
Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kinerja Kepala Puskesmas Waibhu. Para nakes meminta kepada Pemkab Jayapura mencopot Kepala Puskesmas dari jabatannya.
Penanggung Jawab Program Puskesmas Waibhu, Grace Wasanggai mengungkapkan permasalahan antara tenaga kesehatan dengan Kepala Puskesmas Waibhu sudah berlangsung lama.
“Masalah sudah dimulai sejak 2022 hingga saat ini belum tuntas. Kami sudah selesaikan dengan Dinas Kesehatan, tetapi sampai sekarang belum selesai juga,” ucap Grace.
Menurut para nakes, Kepala Puskesmas seolah-olah lepas tanggung jawab dan tidak melihat permasalahan yang terjadi di lingkungan Puskesmas tersebut.
“Permasalahan yang terjadi pasien tidak puas dengan pelayanan Puskesmas. Terkadang pasien datang tidak dapat nomor antrian dan lain sebagainya. Kemudian, terkada kami juga ikut ribut dengan pasien, tetapi kepala Puskesmas bukannya menyelesaikan, justru membiarkan kami mengatasi permasalahan itu sendiri,” ucapnya.
Grace pun mengungkapkan, kepala Puskesmas tidak profesional dalam bekerja lantaran kerap membawa permasalahan pribadi ke pekerjaan.
“Salah satunya dengan mengganti penanggung jawab program di Puskesmas, sementara mereka berkinerja baik,” ujar Grace.
Permasalahan lainnya, kepala Puskesmas dinilai tidak transparan dalam hal dana operasional Puskesmas. Padahal menurutnya, sudah ada kesepakatan antara kepala puskesmas dan para nakes yaitu pembagian 80 persen dan 20 persen.
“Jadi, 80 persen itu untuk penanggung jawab program, sementara 20 persen untuk yang melakukan pelayanan di dalam gedung, tetapi realisasinya tidak seperti kesepakatan,” ujarnya.
Para nakes juga mempermasalahkan mobil Ambulans yang tidak digunakan untuk pelayanan kesehatan. “Mobil Ambulans digunakan untuk kepentingan pribadi kepala Puskesmas. Terkadang untuk melakukan pelayanan kesehatan, kami menggunakan sepeda motor,” jelas Grace.
Sementara itu, Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo mengatakan, tuntutan dari para tenaga kesehatan itu merupakan hal yang wajar dan semuanya ada mekanismenya, namun ia mengaku belum mendapatkan laporan resmi.
Sejumlah staf dan tenaga kesehatan di Puskesmas Waibhu sempat ditemui langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie beserta jajarannya, untuk mengetahui persoalan yang terjad.
Selain itu, para staf dan sejumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Waibhu sempat menemui Sekda Kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi.
Editor : Syahriah Amir






















































