JAYAPURA, Redaksipotret.co – Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Judzoon Puraro mendukung aksi pemalangan yang rencananya akan dilakukan oleh masyarakat adat dari Kampung Oheei, Kleublouw dan Netar pada Senin (17/6/2024).
Jack Puraro menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana masyarakat adat dalam aksi pemalangan di Jalan Masuk Lokasi Festival Danau Sentani (FDS) atau akses jalan dari Nendali menuju Telaga Ria menuju lokasi FDS, di Kawasan Wisata Pantai Khalkote.
Lokasi yang akan dipalang oleh masyarakat adat, kata Jack Puraro, persoalannya sudah lama disuarakan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, namun sampai saat ini jawabannya masih melakukan koordinasi.
“Ini sudah enam tahun berjalan dan sudah lama koordinasi, apalagi yang mau di lakukan. Jangan ada alasan klasik yang selalu bilang ini tanggung jawab (pemerintah) provinsi. Padahal, sejauh ini memang persoalan tersebut belum terealisasi oleh pemerintah daerah Kabupaten Jayapura,” kata Jack melalui telepon, Minggu (16/6/2024) malam.
“Untuk itu, kami berharap dalam hal ini kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura agar jangan diam dan jangan lagi menginjak hak-hak masyarakat adat atau jangan juga merampas, merampok, merompak untuk meninggalkan masyarakat adat apalagi tidak menghargai masyarakat adat sebagai pemilik tempat atau hak ulayat,” tambah Jack Puraro.
Jack Puraro kembali mengatakan, bahwa persoalan ini menandakan jika Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura (TFA) tidak berkerja secara maksimal dan serius, karena tidak punya hati kepada masyarakat adat yang memiliki hak ulayat.
“Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura segera selesaikan hak-hak masyarakat adat. Jika belum di ealisasikan, maka kami akan terus melakukan pemalangan di areal masuk Nendali menuju Telaga Ria yang menuju ke lokasi FDS,” ujar Jack yang juga Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Jayapura ini.
Editor : Syahriah Amir




















































