JAYAPURA, Redaksipotret.co – Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Judzoon Puraro mengingatkan masyarakat Kabupaten Jayapura agar tidak memilih (bakal) calon kepala daerah atau Calon Bupati (Cabup) dari kalangan birokrat di Kabupaten Jayapura dalam Pilkada Serentak 2024.
Ia mengatakan masyarakat sebaiknya memprioritaskan calon yang transparan dan mampu menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.
“Karena mereka tidak mampu menyelesaikan semua persoalan yang ada di Kabupaten Jayapura, secara khusus tentang hak ulayat masyarakat adat,” kata Jack Puraro sapaan akrabnya melalui telepon, Minggu (16/6/2024) malam.
Masyarakat sebagai calon pemilih, kata dia, juga harus memastikan rekam jejak (bakal) calon kepala daerah. Untuk calon kepala daerah dari kalangan birokrat, masyarakat dapat mencermati mekanisme segala kebijakan dan juga mampu menyelesaikan segala persoalan yang terjadi di masyarakat khususnya masyarakat adat selama ini.
“Para (bakal) calon bupati kan banyak toh dari kalangan birokrat. Untuk itu, sebagai ketua Gapura berharap masyarakat tidak boleh memilih (bakal) calon kepala daerah dari kalangan birokrasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Jayapura. Karena mereka banyak meninggalkan persoalan di daerah ini, khususnya menyusahkan masyarakat adat,” jelasnya.
“Jangan sampai penguasa-penguasa lokal ini menguasai daerah, tetapi tidak untuk kepentingan publik, seperti yang banyak terjadi di Filipina,” kata Jack Puraro.
Untuk itu, Jack Puraro mengharapkan kepada masyarakat agar tidak memilih (bakal) calon bupati dari kalangan birokrasi Pemerintah Kabupaten Jayapura. Karena mereka tidak mampu menyelesaikan segala persoalan di Bumi Khenambay Umbay ini.
“Saya juga minta Kepala Dinas Pertanahan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DP2KP) Kabupaten Jayapura Terry F. Ayomi agar segera diganti. Pak Pj Bupati harus mengganti kepala dinas (Terry Ayomi) ini, karena kami menilai dia tidak berhasil dalam menyelesaikan persoalan hak ulayat masyarakat adat di daerah ini. Selama enam tahun itu sebuah kegagalan yang dia lakukan dan tidak perlu dipertahankan,” ucapnya.
Editor : Syahriah Amir































































