JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat secara nasional inflasi Desember 2024 sebesar 1,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,80.
Provinsi Papua Pegunungan menempati urutan teratas inflasi tertinggi secara nasional sebesar 5,36 persen dengan IHK sebesar 111,80 dan terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,44 persen dengan IHK sebesar 107,28. Sementara, deflasi secara nasional terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 0,79 persen dengan IHK sebesar 106,60.
Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana Helena Carolina mengungkapkan, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan pada Desember 2024, antara lain, Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Kretek Mesin (SKM), cabai rawit, bawang putih, pisang, tomat, talas atau keladi, bayam, ketela rambat, kol putih, biskuit, sawi putih, labu siam, sawi hijau, kangkung, emas perhiasan, bawang merah, minyak goreng, Sigaret Putih Mesin (SPM), dan telur ayam ras.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil sumbangan deflasi antara lain, beras, bahan bakar rumah tangga, wortel, tarif angkutan udara, garam, kopi bubuk, jeruk, shampo, daging ayam ras, sabun cair cuci piring, air kemasan, seng, semen, sabun mandi, tempe, sabun detergen bubuk, kasur, bensin, telur ayam kampung, danikan kembung,” jelas Adriana mengutip laman bpspapua.go.id, Senin (13/1/2025).
Sementara itu, inflasi di wilayah Papua sebesar 1,75 persen, Papua Selatan sebesar 1,78 persen dan Papua Tengah sebesar 3,27 persen. Penyumbang inflasi di tiga provinsi tersebut sama yang terjadi di Papua Pegunungan.
Editor : Syahriah Amir
























































