Redaksipotret.co – Makanan merupakan salah satu kebutuhan semua mahkluk hidup, baik manusia, binatang maupun tumbuhan agar dapat bertahan hidup serta berkembang biak.
Bagi manusia fungsi makanan adalah salah satu sumber energi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh agar dapat melakukan semua aktivitasnya. Mengkonsumsi makanan pada dini hari bagi orang yang menjalankan ibadah puasa disebut Sahur.
Sahur adalah makanan terakhir yang dimakan oleh umat Islam sebelum berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam.
Dalam sebuah riwayat hadits dari al-Bukhari, sahur bagi orang yang berpuasa merupakan sunnah Nabi karena di dalamnya ada keberkahan.
Bahkan jenis makanan terbaik bagi seorang mukmin ketika sahur adalah Tamar (التَّمْرُ) atau kurma kering.
Keutamaan sahur dengan Tamar ini diterangkan dalam Hadis dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Makan sahurlah karena ada berkah di dalamnya'” atau “Sebaik-baik Makan Sahur Orang Mukmin Adalah Tamar.” Adapun anjuran dan hikmah amaliyah yang mengandung anjuran dan pelajaran penting adalah sebagai berikut:
Mendapat keberkahan shalawat Allah dan para Malaikat. Bagi mereka yang sahur Allah SWT dan para Malaikat bershalawat, sesuai sabda Rasulullah Saw: “Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur,’” (HR Ahmad).
Sahur menjadi momen memohon ampunan. Sahur adalah waktu mustajab/ berharga turunnya rahmat, cinta, kasih sayang, dan ampunan Allah SWT.
Amalan yang dianjurkan saat sahur adalah memperbanyak istighfar. Allah berfirman yang artinya “Orang yang akan mendapat nikmat (surga) adalah orang yang sabar, orang yang benar/jujur, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17).
Amaliyah memperbanyak istighfar di waktu sahur selaras dengan sabda Nabi Muhammad saw yang artinya “Pada setiap malam, Allah ta’ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengutamakan mengakhiri waktu sahur. Dari Abu Dzar, Nabi Saw. berkata: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan makan sahur.” (HR. Ahmad). Batas akhir sahur dalam praktek umat Islam disebut imsak, batas akhir sebelum adzan subuh.
Selanjutnya hikmah sahur lainnya adalah makanan tidak dihisab.
Makanan yang dimakan saat sahur tidak dihisab kelak di akhirat. Dalam satu hadits dijelaskan yang artinya, “Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.” (HR al-Azdra’i).
Anjuran sahur sebelum berpuasa menunjukkan setiap detail ajaran Islam memiliki nilai luhur yang menunjukkan agama ini selalu memberikan rahmat dan kasih sayang terhadap para pemeluknya. Lebih dari itu, sekecil apapun ajaran Islam, pasti memiliki tujuan yang sangat baik dan bermanfaat bagi kita semua, termasuk mengatur sahur untuk beribadah puasa. (Sumber : Kanwil Kemenag Sulut).






















































