JAYAPURA, Redaksipotret.co – DPR Papua akan memanggil seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul dugaan keracunan yang menimpa puluhan warga di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina Rumbiak mengatakan, insiden di Depapre bukanlah kasus pertama. Sebelumnya, dugaan keracunan juga terjadi di SMA Negeri 5 Jayapura yang mengakibatkan sejumlah siswa harus menjalani perawatan akibat mengalami diare setelah mengonsumsi makanan dalam Program MBG.
Dina menegaskan DPR Papua mendukung dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap penyebab kejadian tersebut. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Harus ada investigasi dan penindakan tegas. Siapa pun yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban. Jika terbukti lalai, tentu dapat berimplikasi pidana,” tegasnya, dilansir dari laman Pasificpos.com, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dia juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur MBG agar memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan dan distribusi makanan yang layak.
Menurut Dina, kejadian tersebut berpotensi menimbulkan trauma di tengah masyarakat, terutama para orang tua yang kini mulai meragukan keamanan Program MBG. Karena itu, pemerintah diminta segera melakukan pembenahan agar kepercayaan masyarakat dapat dipulihkan.
Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, TNI-Polri, RSUD Yowari, Dinas Kesehatan, serta seluruh tenaga medis yang sigap menangani para korban.
Berdasarkan hasil pemantauan DPR Papua, hingga kini ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, dan pelayanan medis masih dalam kondisi mencukupi.
“Kami berharap seluruh pasien segera pulih dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Pemerintah juga harus memastikan kejadian seperti ini tidak kembali terulang,” pungkasnya.
Dina bilang, hingga hari kedua pascakejadian, pasien dari Distrik Depapre masih terus berdatangan untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kami berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi dan tidak terulang lagi,” ucapnya.
Puluhan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis hingga Rabu dini hari.
Para siswa dilaporkan mengalami gejala seperti pusing, mual, muntah, lemas, sakit perut, hingga diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Sebagian besar gejala baru dirasakan ketika para siswa telah tiba di rumah usai mengikuti kegiatan belajar di sekolah. (Redaksi)

















































