JAYAPURA, Redaksipotret.co – Setiap penyelenggaraan Pemilu dari tahun ke tahun politik uang kerap jadi isu hangat.
Namun pada Pemilu 2024, kredibilitas dan netralitas penyelenggara maupun pengawas Pemilu justru yang paling disorot.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi, Ahmad Satryo dalam konsolidasi nasional Bawaslu bersama media di Papua pada Selasa, 6 Januari 2024.
“Kredibilitas dan netalitas penyelenggara dan pengawas Pemilu masuk dalam tantangan Pemilu 2024,” jelasnya.
Setelahnya, ungkap Ahmad, barulah politik uang menjadi tantangan Pemilu 2024, kemudian politik identitas dan SARA.
Satu tantangan yang tidak boleh diabaikan dan saat ini sedang terjadi adalah hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian jadi tantangan Pemilu 2024.
“Januari 2024 produksi konten hoak lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya di tahun 2023,” jelasnya.
Media Harus Ambil Peran
Kepala Biro Hukum dan Humas Bawaslu RI, Agung Indra Atmaja mengatakan keberadaan media begitu sangat penting dalam mengampu hak rakyat untuk memperoleh informasi yang benar.
“Informasi kalau diberikan setengah-setengah, sisanya itu dimanfaatkan oknum tertentu untuk menyebarkan informasi yang tidak benar,” jelasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Ronald Manoach berharap peran media dapat menjaga demokrasi dengan cara mengedepankan informasi yang benar kepada masyarakat terkait Pemilu.
Informasi yang benar dapat menjadi instrumen pencegahan yang biasa terjadi pada tahapan krusial Pemilu 2024.
Editor : Syahriah Amir


























































