JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pemerintah Provinsi Papua telah melakukan pembayaran tunggakan Beasiswa Siswa Unggul Papua (SUP) periode Juli-Desember 2023.
Sampai dengan Selasa (6/2/2024), tunggakan yang telah dibayarkan Pemprov Papua tercatat sebesar Rp55 miliar dari total tunggakan Rp116,8 miliar.
Melansir pasificpos.com, Plt. Asisten I Setda Papua, Yohanes Walilo mengatakan, nilai tersebut dibayarkan pada seluruh Perguruan Tinggi di dalam maupun luar negeri. Pihaknya menargetkan pembayaran rampung pada Februari ini.
“Kita bayar semuanya untuk kampus di luar negeri maupun dalam negeri. Sementara sumber anggaran penyelesaian tunggakan berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi Papua, kabupaten/kota dan provinsi DOB,” jelasnya.
“Masing-masing Papua Pegunungan Rp10 miliar, Papua Selatan Rp5 miliar, Papua Tengah Rp25 miliar. Sisanya kabupaten/kota di Induk dan Provinsi Papua,” kata Walilo.
Dia berharap semua pihak bersabar lantaran proses pembayaran atau pengiriman uang antar negara, harus melewati rangkaian pemeriksaan, sehingga membutuhkan waktu.
“Prosesnya itu kita setor lewat Bank Mandiri Jayapura, lalu mereka kirim ke Bank Mandiri Pusat dulu. Kemudian dari pusat kirim ke bank central di negara yang bersangkutan, baru dikirim ke bank kecil di daerah,” kata Walilo.
“Kemudian ada pemeriksaannya asal uang dari mana, uang apa, siapa yang mengirim dan lainnya. Memang terkesan lama, dan untuk pembayaran tunggakan kampus luar negeri butuh waktu sekitar tiga sampai empat hari,” sambungnya.
Menyoal tujuh mahasiswa yang dipulangkan dari kota studi di luar negeri, Walilo menambahkan hal demikian bukan karena di deportasi. Ketujuh mahasiswa tersebut tidak masuk dalam program Beasiswa Unggul Papua.
Editor : Syahriah Amir


















































