JAYAPURA, Redaksipotret.co – Salah satu upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dalam memajukan mutu pendidikan di Kabupaten Jayapura baik bagi kepala sekolah, guru maupun para peserta didiknya adalah melalui peningkatan kapasitas kepala sekolah, guru dan peserta didiknya di wadah masing-masing.
Untuk kepala sekolah melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan guru melalui Program Guru Penggerak (PGP). Di Kabupaten Jayapura, K3S terbagi menjadi empat yang ada di empat Wilayah Pembangunan (WP) Kabupaten Jayapura yang telah menjalankna programnya secara maksimal, khususnya untuk di K3S WP I.
“Oleh karena itu, untuk K3S di WP lainnya harus bisa lebih semangat lagi dalam menjalankan program kegiatan demi peningkatan kapasitas pembelajaran di sekolah,” kata Slamet Riyadi selaku Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dalam keterangan tertulis, Jumat (6/12/2024).
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura melalui Bidang Pendidikan SD telah melaksanakan kegiatan Bimtek PGP jenjang SD/MI sekaligus pengarahan bagi K3S Wilayah Pembangunan I yang berlangsung di SD YPK Nektar, Distrik Sentani Timur.
Slamet berharap, K3S WP I bisa lebih optimal dan semangat lagi dalam menjalankan program kegiatannya, kendati sudah mejadi yang terbaik di antara lainnya.
Dirinya pun menjelaskan bahwa K3S adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan proses pembelajaran terutama dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kepala sekolah, menyamakan persepsi, merekomendasikan hal-hal yang telah disepakati, membahas permasalahan sekolah dan cara penyelesaiannya, membahas mengenai tenaga didik dan peserta didik.
“K3S merupakan organisasi kepala sekolah yang kegiatannya dilakukan secara rutin setiap bulan. Dengan adanya K3S, mutu pendidikan dapat meningkat seiring dengan peningkatan kompetensi kepala sekolah,” sebutnya.
Ditambahkan, selain mendorong K3S untuk terus meningkatkan kapasitasnya. Untuk Program Guru Penggerak juga diberikan semangat serta motivasi agar terus berperan bisa menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya.
“Serta menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah dan mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah,” ucapnya.

Selain itu, Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
“Untuk menjadi Guru Penggerak, guru harus mengikuti pendidikan guru penggerak selama 9 bulan yang meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan bagi calon Guru Penggerak. Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru. Guru penggerak akan berperan untuk,”pesannya.
Sementara itu, pengurus K3S WP I Kabupaten Jayapura, Sunaryatin mengaku melalui kegiatan bimtek tersebut sangat luar biasa karena bisa memberikan manfaat yang baik antara guru dan kepala sekolah untuk saling berkolaborasi, berkoordinasi dalam melakukan evaluasi terkait pelayanan pendidikan di tahun 2024 sekaligus bisa membahas program kerja 2025.
“Semangat antusias kepala sekolah dalam menjalankan program kegiatan juga bagus, apalagi terus diberikan pendampingan dari Dinas Pendidikan baik dari Kabid Pendidikan, tentu ini sangat luar biasa karena perhatian yang diberikan kepada K3S WP I begitu optimal termasuk didukung oleh pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Oleh karena itu,dia berharap adanya K3S WP I bisa terus memberikan dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan, kapasitas kepala sekolah dengan baik.
Hal senada juga dikatakan Pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Agus Salim. Menurutnya, adanya K3S dan PGP di Kabupaten Jayapura sangat membantu dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Jayapura baik sasarannya di sekolah, kepala sekolah, guru dan peserta didik.
“Selama ini kinerjanya sudah berjalan dengan baik dan telah melakukan pengawasan di setiap sekolah apa yang menjadi temuan dan kendala bisa dicarikan solusinya dengan baik. Dengan demikian, hal – hal yang menghambat peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jayapura bisa teratasi dengan baik,” kata Agus.
Dia mencontohkan, dalam hal manajerial sekolah, pihak pengawas SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura juga ikut membantu sekolah, kemudian untuk lainnya dalam program PGP sudah mendorong setiap guru bisa mengikuti PGP dan bisa menerapkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) maupun di kurikulum merdeka.
Pengawas SD juga selalu mendampingi sekolah yang kesulitan dan pihaknya juga memberikan informasi yang datang di BPMP, Kabid Pendidikan SD dan dari pengawas SD Dinas Pendidikan. Termasuk dalam hal penggunaan aplikasi E Kinerja jika ada yang kesulitan mengakses pihak pengawas juga siap mendampingi dan membantunya.
Editor : Syahriah Amir



















































