JAMBI, Redaksipotret.co – Shalat berjamaah subuh, tawasul, membaca yasin, doa, dan arahan menjadi rutinitas wajib sehari-hari kafilah Provinsi Papua di ajang STQH Nasional, di penginapan di Provinsi Jambi.
Selepas shalat subuh berjamaah pertama, Ketua Kafilah Provinsi Papua, H.Alwi Tianlean menyampaikan arahan pada jemaah yang merupakan peserta, pelatih dan official. Aktivitas ini menurutnya merupakan bagian dari ikhtiar secara spiritual.
“Ikhtiar secara spiritual penting dilakukan selain ikhtiar kompetensi baik tilawah dan tahfidz,” kata Alwi, Rabu (1/11/2023).
Dia berharap Allah SWT memudahkan dan menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan. Alwi menyampaikan pada peserta, agar berlatih rutin setiap hari selama di penginapan.
“Selain itu, saat pemusatan latihan rutin di sini penting. Masing-masing pelatih harus laksanakan tugas dalam melatih,” ucapnya.
Alwi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan lantaran hal tersebut penting untuk menjaga suara .
Sementara itu, Ustadz Syaiful selaku Tim Official Kafilah Provinsi Papua menyampaikan pesan pelatih yakni kiat menuju sukses tanpa tekanan untuk menjadi juara.
“Untuk mencapai itu, pertama adalah keikhlasan, untuk menjadi utusan Allah, utusan kafilah, jika karena Allah Insyaallah menjadi baik. Untuk itu kita official dan pelatih mendukung,” ujarnya.
Menurut Syaiful, semua peserta akan melakukan ikhtiar yang sama, termasuk murajaah atau mengulang hafalan.
“Allah Insyaallah akan menunjuk yang terbaik, yang memiliki sesuatu yang lain. Salah satunya membaca surah Yasin dan doa yang ada sanadnya dan makbul,”jelasnya.
“Tim mendukung, misal ada jadwal latihan selepas subuh, setelah itu murajaah, maka yang satu kamar, apalagi pelatihnya, harus mengingatkan. Jangan sampai ada peserta yang santai atau tidur. Waktu yang tersisisa tidak banyak. Maka untuk semuanya harus saling seia sekata untuk tujuan bersama,” sambungnya.
Ustadz Tiflen selaku Koordinator Pelatih mengimbau untuk saling menjaga lisan dan hati karena mempengaruhi baik buruk bagi psikologis peserta.
Dia juga mengimbau untuk bersungguh-sungguh memperhatikan waktu istirahat dan latihan, menahan diri untuk tidak menggunakan handphone untuk hal yang tidak penting termasuk main games.
Tim official lainnya Ustadz Rahman Iba menyampaikan bahwa setelah peserta mengikuti pemusatan pelatihan, tugas pelatih adalah melakukan pendampingan, untuk menguatkan ilmu yang sudah didapat peserta dari para pelatih pada saat pemusatan pelatihan.
Dia juga mengingatkan anjuran shalat tahajud setiap malam dan mengajak peserta untuk menjaga diri dari sifat sombong dan iri.
Penulis : Redaksi Potret | Editor : Syahriah Amir



















































