JAYAPURA, Redaksipotret.co – Daya beli masyarakat terhadap souvenir khas Papua menurun drastis. Ahmad Agus salah satu pedagang souvenir khas Papua di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, menuturkan, penurunan itu telah dirasakan beberapa tahun terakhir pasca pandemi Covid19.
Dia pun mengungkapkan, sejak pandemi pada 2020 lalu hingga tahun 2022, imbas dari menurunnya daya beli masyarakat terhadap souvenir lantaran orang yang berkunjung ke Papua, khususnya di Jayapura, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara sangat minim.
“Penurunan sangat terasa, termasuk pedagang lainnya yang menjual souvenir seperti saya, karena harapan kami hanya dari para tamu yang berkunjung, baik itu dalam rangka dinas, maupung berwisata. Mereka membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah asalnya,” ucap Agus saat ditemui redaksipotret.co, Jumat (12/1/2024).
Agus mengatakan, ramainya pembeli terjadi pada akhir tahun, namun hal itu tidak dirasakan sejak dua tahun terakhir.
Meski begitu, Agus mengaku tetap menjual souvenir dan aksesoris khas Papua lantaran ingin membantu meningkatkan perekonomian para perajin yang terus menciptakan motif baru dalam produksinya.
Agus berharap, pemerintah daerah memperbanyak menyelenggarakan iven berskala lokal dan nasional, sehingga kunjungan tamu ke Papua bisa meningkat dan tentunya mendongkrak penjualan souvenir dan aksesoris.
“Karena melalui iven, kami bisa memasarkan hasil karya perajin dan dilirik oleh setiap tamu yang datang, selain tamu dari luar Papua,” ucap Agus tanpa menyebutkan persentase penurunan penjualan.
Penulis : Tania Sembiring | Editor : Syahriah Amir



















































