JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pemerintah Kota Jayapura terus berupaya mewujudkan satu sistem yang mendata Orang Asli Papua (OAP), khususnya orang asli Port Numbay.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Jayapura menggelar sosialisasi dan pelatihan platform SEPAKAT (Pemanfaatan Data Regsosek) sebagai data dasar pelaksanaan sensus OAP dan Port Numbay tahun 2024. Sosialisasi berlangsung di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura pada Rabu (15/11/2023).
Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, hal ini menjadi data dasar dan lembaran data awal guna membangun aplikasi sistem data OAP, khususnya orang asli Port Numbay.
“Data ini nantinya tidak hanya bicara jumlah, tetapi juga tergambar kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perumahan, air bersih dan lain sebagainya. Itulah yang dibutuhkan oleh kita, sehingga kita bisa tahu kondisi sosial sesungguhnya bagi masyarakat, khususnya orang Papua,” jelasnya.
Frans Pekey menambahkan, data ini akan sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan dengan menggunakan dana Otsus. Besar harapan, penggunaan dana betul-betul tepat sasaran dan efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Mengingat sentuhan pembangunan selama 20 tahun penyelenggaraan Otsus Papua masih lemah dalam hal database tentang orang Papua yang sesungguhnya. Sehingga keberpihakan dan pemberdayaan kepada OAP kurang tepat sasaran.
“Tahun depan kita akan kerjasama dengan BPS untuk membangun data sistem informasi Orang Asli Papua di kota Jayapura, dengan menggunakan gambaran awal data Regsosek yang ada di Bappenas,” jelasnya.
Penulis : Muhammad Rafiq | Editor : Syahriah Amir



















































