JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menghentikan sementara penyaluran BBM ke Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah menyusul terjadinya rentetan peristiwa yang menyebabkan kondisi keamanan kurang kondusif di wilayah tersebut.
“Dengan terpaksa kami hentikan sementara penyaluran ke SPBU Intan Jaya, hal ini terkait aspek keselamatan dan keamanan, serta rekomendasi dari aparat keamanan,” ujar Edi Mangun selaku Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dikutip pasificpos.com, Jumat (26/1/2024).
Edi menjelaskan bahwa saat ini semua penerbangan dengan tujuan Kabupaten Intan Jaya dihentikan, termasuk penerbangan pengangkutan BBM Pertamina.
“Saat ini informasi dari aparat keamanan yang bertugas disana melarang adanya penerbangan yang mengarah ke Kabupaten Intan Jaya, termasuk pengangkutan BBM, dan SPBU yang ada disana kami tutup sementara berdasarkan arahan dari Polres dikarenakan situasi yang tidak kondusif,” jelasnya.
Adapun pengiriman BBM ke Kabupaten Intan Jaya yang dilakukan dengan menggunakan moda pesawat dari Jayapura akan dilakukan saat situasi telah kondusif dan bandara telah dibuka kembali.
Edi menyebut, saat ini stok BBM yang akan dikirimkan telah siap di Bandara Sentani, Jayapura dan menunggu operasional Bandara Intan Jaya dibuka kembali oleh otoritas bandara.
“Stok BBM telah siap di storage transportir di Bandara Sentani dan akan dikirimkan ketika situasi disana sudah membaik dan Bandara di Intan Jaya mulai beroperasi kembali. Tetapi kami sampaikan stok BBM di Intan Jaya masih mencukupi untuk beberapa hari kedepan,” ucapnya.
Pihaknya berharap agar situasi bisa segera kondusif kembali, sehingga penyaluran BBM dapat berjalan normal dan SPBU dapat segera melakukan pelayanan ke masyarakat.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Pemerintah Daerah Intan Jaya terkait situasi dan kondisi keamanan disana,” kata Edi.
Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB kembali melancarkan aksi terornya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah dengan membunuh warga sipil, membakar rumah dan honai.
KKB juga melarang warga menjual hasil bumi serta mengusir mereka dari kampung. Teror KKB menyebabkan warga mengungsi ke area Pos TNI.
Ws. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan menyampaikan, warga meminta perlindungan dan mengungsi di tempat yang aman di sekitar Pos TNI.
“Sampai saat ini KKB juga membakar bangunan fasilitas kesehatan dan tempat ibadah. Hal ini juga menambah rasa takut dan trauma warga Sugapa,” ujar Candra, Senin (22/1/2024).
Candra menegaskan, aparat gabungan TNI dan Polri terus berupaya melindungi masyarakat dengan bersiaga untuk menghindari ancamana dan serangan KKB.
“Bersama TNI, warga kini terlindungi. Untuk itu, diharapkan kondisi ini kembali pulih dan warga kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas,” ucapnya.
Sebelumnya, KKB telah menembak satu personel Polri bernama Bripda Affani hingga meninggal dunia pada Jumat (9/1/2024). Aksi KKB kemudian berlanjut dengan menembak warga sipil dan membakar rumah warga.
Editor : Syahriah Amir
























































