JAYAPURA, Redaksipotret.co – Ketersediaan beras di wilayah Papua selama bulan suci Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dipastikan dalam kondisi aman.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari mengatakan, saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 15.800 ton.
Selain itu, terdapat tambahan pasokan sekitar 12.300 ton yang masih dalam perjalanan dan berada di sejumlah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Jayapura serta beberapa pelabuhan di cabang Bulog lainnya.
“Jadi total kesiapan stok secara keseluruhanmencapai kurang lebih 28.180 ton. Dengan jumlah ini, stok pangan di Papua diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan ke depan,” ujarnya di Jayapura, Rabu, 25 Februari 2026.
Perum Bulog juga masih mengantisipasi tambahan pasokan beras yang sedang dalam perjalanan dari Makassar dan Surabaya.
Langkah tersebut, kata Mustari, dilakukan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan distribusi akibat hari libur nasional menjelang Idul Fitri.
“Di bulan puasa dan mendekati Lebaran tentu ada hari-hari libur yang harus kita antisipasi. Jangan sampai terjadi keterlambatan pengiriman atau kekosongan stok,” jelasnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan, Bulog Papua bersama Satgas Pangan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menekan gejolak harga sesuai arahan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, serta Satgas Pangan.
Pemerintah, sebutnya, berkomitmen memastikan harga beras tetap stabil dan seragam, baik untuk beras medium maupun premium.
“Pemerintah turun ke lapangan agar tercapai satu harga. Termasuk memastikan harga beras tetap terjangkau hingga ke wilayah pelosok Papua,” ucapnya. (Haikal)




















































