JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua mengidentifikasi sejumlah daerah mulai memasuki panen cabai. Daerah yang teridentifikasi hasil pantauan BI Papua yakni Kabupaten Keerom, Papua, Kabupaten Merauke, Papua Selatan dan Nabire, Papua Tengah.
Diperkirakan panen akan berlangsung dari September hingga Desember dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat menyambut aktivitas terkait pilkada dan persiapan Natal serta tahun baru.
Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman mengatakan, memasuki musim panen cabai di sejumlah daerah tersebut diharapkan dapat menekan laju inflasi serta mendukung pencapaian target inflasi nasional pada rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.
Secara historis, cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang selalu memberikan tekanan terhadap inflasi secara nasional maupun di Papua. Besarnya kebutuhan cabai terkait karakteristik makanan Indonesia dan Papua secara umum selalu menggunakan aneka cabai dalam pengolahannya.
“Selain itu, pasokan cabai di Papua masih belum sepenuhnya dapat mengimbangi permintaan masyarakat sehingga menciptakan ketergantungan dari pasokan luar.,” kata Faturachman, Jumat (20/9/2024).
Faturachman menyebut, Bank Indonesia terus mendukung upaya pengendalian inflasi di wilayah Papua dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang diselenggarakan di seluruh wilayah kerja.
Beberapa program unggulan GNPIP yang telah dieksekusi oleh BI Papua adalah bantuan alsintan kultivator dan alat angkut), pendampingan good agriculture practices antara lain, pengembangan pupuk organik cair hilirisasi pertanian seperti solar dryer.
Kemudian, korporatisasi tani berupa penguatan kelembagaan melalui koperasi tani, digitalisasi pertanian antara lain sensor informasi unsur hara tanah untuk pemakaian pupuk secara efektif, capacity building, dan gerakan pangan murah atau operasi pasar.
“Untuk menyeimbangkan pasokan dan harga di konsumen akhir dengan bersinergi bersama Bulog, poktan, pesantren, rumah ibadah, perbankan, dan warung pangan). GNPIP diselenggarakan bersinergi pula dengan masing-masing pemerintah daerah,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan KPw BI Papua tren harga cabai di Wilayah Papua dalam kurun waktu Juli-September menunjukkan penurunan dari Rp98.400 per Kilogram menjadi Rp67.400 atau secara rata-rata turun sebesar 32 persen.
“Per Agustus 2024, Papua dan Papua Selatan tercatat sebagai 10 provinsi dengan inflasi terendah masing-masing 1,03 persen secara year on year (yoy) dan 1,80 persen yoy. Sementara, Papua Tengah dalam tiga bulan terakhir sudah menunjukkan tren penurunan dari 4,39 persen menjadi 3,74 secara yoy. Sedangkan inflasi Papua Pegunungan masih tercatat pada kisaran 5 persen,” kata Faturachman.
Selain cabai, musim panen bawang merah diperkirakan terjadi pada November mendatang. Di Distrik Pyramid, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, estimasi panen bawang merah mencapai 175 hingga 225 ton.
Editor : Syahriah Amir



















































