JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo menyebut akan melakukan evaluasi pasca terbakarnya sejumlah kantor pemerintahan yang berada dalam satu gedung di kompleks Kantor Bupati Jayapura, Kamis (17/8/2023) pukul 06.00 WIT.
Meski begitu, dia mengungkapkan telah melakukan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran dengan memerintahkan stafnya memperketat sisi belakang kantor agar api tidak menyebar luas.
“Ini musibah kebakaran, saya sudah mengecek informasi dan juga sudah memerintahkan untuk ditindaklanjuti agar tidak terjadi lagi,” kata Triwarno usai mengecek lokasi kebakaran usai upacara HUT RI ke-78.
Sebelumnya, Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen membenarkan terdapat sejumlah kantor dalam satu gedung yang terbakar. Pihaknya belum mengetahui titik api berasal.
“Kami berharap ada evaluasi pemerintah terkait sistem pengamanan di kantor bupati. Walaupun di depan ada penjagaan, namun belum maksimal. Hal ini perlu dievaluasi kembali,” jelasnya.
Pihaknya juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi sistem pencegahan kebakaran untuk setiap perkantoran yang ada.
“Jadi, bangunan gedung ini memang salah satu bangunan lama dan kami masih menunggu tim Labfor dalam melakukan investigasi terkait peristiwa kebakaran ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Yan Rumere menjelaskan, peristiwa atau musibah kebakaran tersebut merupakan yang kedua setelah pekan lalu gedung tersebut juga hampir terbakar akibat korsleting listrik.
“Beruntung api tak membesar. Pegawai yang masih berada di kantor melihat ada api yang menyala dan langsung bisa dipadamkan. Namun hari ini terjadi lagi kebakaran dan kami belum mengetahui penyebabnya,” jelas Yan Rumere.
Seperti di ketahui, Kamis, 17 Agustus 2023 sekitar pukul 06.00 WIT pagi, tiga kantor pemerintahan yang terdapat dalam satu gedung di Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Kantor Bupati Jayapura, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, hangus terbakar.
Untuk proses pemadamannya berlangsung sekitar dua jam dengan bantuan water cannon dan Damkar.
Penulis : Muhammad Irfan Editor : Syahriah Amir


















































