JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman menyebut, perekonomian Papua pada 2023 tumbuh sebesar 5,22 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 8,97 persen.
“Meski lebih rendah, namun perekonomian Papua tetap kuat didorong oleh kontribusi lapangan usaha pertambangan hampir 40 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB,” ujarnya dalam kegiatan Diseminasi LPP Papua 2024, di gedung Bank Indonesia Papua di Kota Jayapura, Kamis (7/3/2024).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh inflasi sepanjang tahun 2023 yang semakin stabil dan dalam kisaran target inflasi nasional. Tekanan inflasi secara umum, kata Faturachman, menurun dibanding tahun sebelumnya yang sempat bergejolak.
“Kedepan perlu dilakukan upaya bersama untuk mengendalikan tingkat inflasi di setiap daerah otonomi baru sebagai antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan pada periode hari besar keagamaan,” kata Faturachman.
Pada 2024, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Papua tetap berlanjut dengan rentang pertumbuhan perekonomian berkisar pada 5,3 hingga 5,7 persen, dan inflasi dalam rentang 2,5 plus minus 1 persen berdasarkan sasaran inflasi nasional.
Faturachman menyebut, meskipun upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Papua lebih tinggi, namun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan yang membutuhkan solusi bersama.
“Tantangan tersebut mencakup perluasan diversifikasi ekonomi, dari sebelumnya tambang ke lapangan usaha lain. Kemudian penguatan pengendalian inflasi. Di Kota Jayapura inflasi terjaga, tetapi daerah lain, perlu menjadi perhatian kita bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
“Tantangan lainnya, yaitu perluasan digitalisasi, baik dalam bentuk elektronifikasi pemerintah daerah, maupun perluasan penggunaan QRIS,” sambung Faturachman.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perencanaan pengembangan perekonomian yang berkelanjutan, kata Faturachman, juga menjadi tantangan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua lebih tinggi.
Bank Indonesia berharap pasca pemekaran, setiap provinsi di Papua mengoptimalkan potensi dan sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk meningkatkan kemandirian dan pertumbuhan wilayah.
“Berdasarkan hasil pemetaan potensi, menunjukkan setiap DOB memiliki keunggulan dan kekhasan masing-masing seperti pariwisata, pertanian dan ekonomi kreatif, sektor ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi dan inovasi perlu terus dilakukan untuk mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru agar ekonomi Papua dapat tumbuh kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.
Editor : Syahriah Amir























































