JAYAPURA, Redaksipotret.co – Festival Cenderawasih yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Papua telah berakhir setelah digelar selama tiga hari (17-19 Mei 2024) di eks Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Papua.
Event ini bertujuan mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di Papua. Festival Cenderawasih melibatkan 37 UMKM termasuk binaan perbankan serta instansi pemerintah.
Festival Cenderawasih menyelaraskan berbagai kegiatan flagship Bank Indonesia seperti Road to FESyar Kawasan Timur Indonesia, Pre-Event FEKDI, CBP Rupiah dan Pre-Event Road to KKI menjadi sebuah kolaborasi yang harmoni dalam rangka mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru Papua.
Sebagai upaya strategis mendorong pertumbuhan Papua yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan SDM, kemitraan secara global yang menghasilkan nilai, dan bisnis pariwisata yang berkelanjutan, maka Festival Cenderawasih diisi dengan kegiatan edukasi, showcasing dan kesamaan bisnis (bussines marching), pariwisata, budaya, kompetisi dan festival musik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, selama pelaksanaan event, pengunjung mencapai 6.360 orang dengan jumlah transaksi penjualan lebih dari Rp600 juta.
“Berdasarkan capaian ini, kami melihat kualitas dan performa UMKM unggulan di Papua siap bersaing di kancah nasional maupun internasional,” ucap Faturachman sebelum menutup Festival Cenderawasih, Minggu (19/5//2024) malam.
Sementara, penggunaan QRIS selama event berlangsung, sebut Faturachman, sebanyak 3.260 transaksi dengan nominal sebesar Rp586 juta lebih atau 91 persen dari total capaian transaksi.
“Hal ini menjadi bukti kesuksesan penyelenggaraan kegiatan melalui sinergi dan kolaborasi semua pihak, termasuk UMKM, perbankan dan stakeholder,” ujarnya.

Staf Ahli Gubernur Papua, Gerson Jitmau menyampaikan bahwa Festival Cenderawasih sebagai bukti bahwa Papua kaya potensi untuk dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Papua memiliki potensi pariwisata, budaya, ekonomi kreatif hingga sumber daya alam,” ucap Gerson mewakil Penjabat Gubernur Papua pada penutupan Festival Cenderawasih.
Dia pun menekankan pentingnya digitalisasi di beberapa sektor utama di Provinsi Papua. Pertama, digitalisasi UMKM yang memungkinkan para pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas.
Kedua, digitalisasi pariwisata. Dengan keindahan alam yang dimiliki, maka sektor pariwisata Papua bisa mendunia dengan mengembangkan aplikasi panduan wisata.

Ketiga, digitalisasi budaya. Digitalisasi dapat menjadi alat yang efektif untuk mendokumentasikan kemudian mempromosikan warisan budaya Papua melalui platform digital seni dan budaya, sehingga Papua dapat dikenal secara global.
Keempat, digitalisasi edukasi akan memungkinkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas tinggi bagi seluruh masyarakat Papua, sehingga lebih siap menghadapi tantangan dan berkontribusi langsung pada pembangunan daerah.
Kemudian, pengembangan ekonomi syariah berbasis digital dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mendorong inklusi keuangan digital dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui digitalisasi produk keuangan syariah dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan di daerah ini,” ujar Gerson Jitmau.
Editor : Syahriah Amir






















































