JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pada 2 Oktober 2009, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pasca ditetapkan sebagai warisan budaya, Indonesia memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.
Banyak cara dilakukan untuk menunjukan kecintaan terhadap produk asli Indonesia ini, salah satunya melalui pelatihan membatik yang diselenggarakan Astra Motor Papua pada Sabtu (12/10/2024) di Main Dealer Astra Motor Papua di Kota Jayapura.
Adm and Fin Manager Astra Motor Papua, Bagas Fensanarko mengatakan, karyawan dilatih mencanting di atas kain dengan motif khas Papua.
“Diharapkan mereka memahami makna setiap proses pembuatan batik sehingga semakin cinta dan bangga dengan budaya kita ini. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mempererat hubungan baik sesama karyawan,” kata Bagas didampingi Romario.

Melibatkan 45 karyawan sebagai peserta, pelatihan dengan tema “Edukasi Proses Pembuatan dan Inovasi Kreatif untuk Karyawan Astra Motor Papua – Lestarikan Warisan Budaya” dipandu oleh seorang pembatik asal Papua, Jhoni Silas Wona yang juga Ketua Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Ameldi Papua.
Jhoni Wona memberikan apresiasi kepada perusahaan otomotif tersebut yang telah ikut melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah mendunia ini.
“Harapan kami melalui Astra Motor Papua, batik semakin diminati, tak hanya di dalam negeri, bahkan hingga ke mancanegara, “ ujar Jhoni sembari mengaku para karyawan sangat antusias mempelajari cara membuat batik tulis menggunakkan canting.
Jhoni berharap kepada karyawan yang telah mengikuti pelatihan tersebut akan lebih baik jika terlibat langsung dalam industri batik sembari mengajak semua pihak untuk melestarikan warisan budaya Indonesia ini di tengah gempuran teknologi yang berkembang pesat yang membuat orang melakukan berbagai inovasi.
“Teknologi boleh berkembang, inovasi terus jalan, tetapi tradisi ini tidak boleh hilang karena kita sebagai ahli waris budaya harus terus melestarikannya, jangan sampai terlupakan,” ucapnya.
Editor : Syahriah Amir























































