JAYAPURA, Redaksipotret.co – Sudah ada tiga lurah memberikan klarifikasi terkait isi rekaman diduga Pj Walikota Jayapura berdurasi 9 menit 36 detik.
Ketiga lurah itu, diantaranya Lurah Hamadi Johanis Freddy Raprap, Lurah Ardipura Pilipus Wamea, Lurah Argapura Emma Hamadi.
Proses klarifikasi berlangsung di salah satu ruangan di Kantor Bawaslu Papua pada Rabu, (6/11/2024). Satu per satu lurah masuk ke ruangan memberikan klarifikasi.
Usai memberikan klarifikasi, Lurah Hamadi Johanis Freddy Raprap mengakui bahwa rekaman itu benar suara Pj Walikota Jayapura Christian Sohilait.
“Itu benar suara Pj Walikota Jayapura, kemudian perihal dengan siapa yang merekam itu yang ditanyakan. Saya tidak tau siapa yang merekam,” ungkapnya kepada awak media.
Johanis mengaku bahwa suasana dalam rekaman itu merupakan pertemuan lurah dengan Pj Walikota Jayapura.
Ia mengaku hadir dalam kapasitas lurah diperintahkan oleh Plt Kepala Distrik Jayapura Selatan untuk hadir dalam pertemuan di ruang kerja Pj Walikota Jayapura pada Jumat (25/10/2024) pagi.
“Diperintahkan oleh kepala Plt Kepala Distrik Jayapura Selatan pada hari Kamis untuk pertemuan hari Jumat pagi, bertemu menghadap Bapak Wali (Pj Walikota Jayapura) di ruangan kerja jam 8 pagi,” ungkapnya.
Ditambahkan Lurah Ardipura Pilipus Wamea mengungkapkan ada lima lurah yang hadir dalam pertemuan tersebut. Lamanya pertemuan sesuai dengan durasi rekaman suara yang beredar di media sosial.
“Lama pertemuan sesuai rekaman suara yang beredar, karena beliau (Pj Walikota Jayapura) mempunyai kegiatan yang padat sehingga tidak memberikan kami kesempatan untuk bertanya,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, ungkap Pilipus, Pj Walikota Jayapura memberikan arahan terkait pelaksanaan Pilkada.
Adapun penyebutan “beliau” dan “dia”, ia mengaku benar disampaikan. Hanya saja tidak menyebut inisial sosok yang dimaksud.
“Dalam pembicaraan beliau (Pj Walikota Jayapura) tidak menyampaikan inisialnya, tapi dalam tanda kutip kita mengerti bahwa ada arahan yang dimaksud kepada salah satu paslon,” ungkapnya.
“Memang tidak disampaikan siapa inisialnya, harus kita memilih kepada paslon nomor 1 atau nomor 2 tidak disampaikan. Namun kami memahami, apa yang diarahkan kita sudah mengerti,” tambahnya.
Sementara Lurah Argapura, Emma Hamadi enggan berkomentar banyak soal hasil klarifikasi dengan Bawaslu Papua.
“Sesuai dengan rekaman yang beredar, saya pikir sudah tahu semua, jadi saya no comment,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pj Walikota Jayapura dijadwalkan akan memberikan klarifikasi di Kantor Bawaslu Papua pada Kamis (7/11/2024).
Editor : Syahriah Amir

























































