JAYAPURA, Redaksipotret.co – Stok beras di Papua dipastikan masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hingga Jumat, 19 Juni 2026, ketersediaan beras di gudang tercatat mencapai sekitar 14.250 ton.
“Jumlah stok tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Juli mendatang,” kata Mustari.
Dia bilang, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi mengganggu distribusi logistik ke sejumlah wilayah, sehingga pemantauan dan pengamanan stok terus dilakukan sejak dini.
“Kami terus memantau ketersediaan beras. Memasuki bulan Juli biasanya terdapat potensi cuaca ekstrem, sehingga langkah antisipasi sudah kami lakukan dari sekarang agar pasokan pangan tetap aman dan tidak terjadi kendala distribusi,” ujarnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, pemantauan juga dilakukan terhadap perkembangan musim yang berpotensi mempengaruhi pasokan pangan di daerah.
Mustari mengatakan, upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Dari sisi harga, kondisi pasar hingga saat ini masih relatif stabil. Harga beras medium program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.500 per kilogram, tanpa mengalami kenaikan.
“Tidak ada kenaikan harga, bahkan kami terus melakukan pemantauan serta hadir di tengah masyarakat untuk memastikan distribusi berjalan dengan baik,” katanya.
Dia menyebut, pasokan beras ke berbagai pasar juga terus dilakukan secara rutin dan berlangsung secara berkelanjutan sehingga ketersediaan beras di tingkat pedagang tetap terjaga.
“Dengan kondisi stok yang memadai dan harga yang terkendali, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying,” ucapnya. (Syahriah)






















































