JAYAPURA, Redaksipotret.co – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pengembangan Budidaya Jamur Tiram Kampung Sabron Yaru dengan Dukungan Ruang Budidaya dan Pelatihan Pemasaran Produk sebagai upaya meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026 di Kampung Sabron Yaru, Kabupaten Jayapura.
Dalam program ini, PLN UIP MPA memberikan bantuan berupa pembangunan ruang inkubasi, pembangunan ruang budidaya jamur (kombong), serta menyelenggarakan pelatihan pemasaran produk yang akan diikuti oleh 10 anggota Kelompok Tani Jamur Sabron Yaru pada 13–15 Juli 2026.
Melalui dukungan tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran sehingga usaha budidaya jamur tiram dapat berkembang secara berkelanjutan.
Program ini lahir dari kebutuhan masyarakat akan fasilitas budidaya yang memadai serta peningkatan kapasitas dalam mengelola dan memasarkan hasil produksi.
Selain menyediakan infrastruktur pendukung, PLN juga menghadirkan pendampingan melalui pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat tata kelola usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas sehingga kelompok tani memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Ketua Kelompok Tani Jamur Sabron Yaru, Yulius Yabosembut, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan PLN menjadi momentum penting bagi kelompoknya untuk mengembangkan usaha budidaya jamur tiram secara lebih profesional.
Menurutnya, keberadaan ruang inkubasi dan ruang budidaya akan meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi, sementara pelatihan pemasaran menjadi bekal untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai jual produk.
“Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan dari PLN. Selama ini kami memiliki semangat untuk mengembangkan budidaya jamur tiram, namun masih terkendala sarana produksi dan kemampuan pemasaran,” katanya.
“Bantuan ini memberikan harapan baru bagi kelompok kami untuk menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasar. Kami optimistis usaha ini akan berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok maupun masyarakat Kampung Sabron Yaru,” ungkap Yulius.
Program Pengembangan Budidaya Jamur Tiram ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha produktif yang memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan produksi dan kualitas jamur tiram agar hasil panen lebih baik dan konsisten, sekaligus memperkuat kemampuan kelompok usaha masyarakat dalam memasarkan produknya sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi.
General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menegaskan bahwa program TJSL PLN tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
“PLN percaya bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari bantuan yang disalurkan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus tumbuh setelah program tersebut berjalan,” kata Raja, Senin, 29 Juni 2026.
Melalui pembangunan fasilitas budidaya dan pelatihan pemasaran, kami ingin memperkuat rantai nilai usaha jamur tiram, mulai dari proses produksi hingga produk mampu menembus pasar yang lebih luas.
“Kami berharap program ini menjadi penggerak lahirnya usaha-usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. (Rilis)






















































