JAYAPURA, Redaksipotret.co – Bioflok ikan nila yang berada di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua kini kondisinya memprihatinkan.
Bioflok yang diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Maret 2023 tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
Bioflok ikan nila milik Kelompok Raliyauw tidak lagi diberikan bibit dan pakan ikan hingga tempat penangkaran.
Sekretaris Kelompok Raliyauw, Astus Puraro mengatakan, saat ini bioflok digunakan untuk memelihara ikan lele secara swadaya.

“Hal ini juga membuat kami kewalahan, sehingga pakan ikan hanya berupa sarang semut hitam yang kami ambil dari hutan sekitar bioflok,” kata Astus, Senin (2/10/2023).
Dia menyebut, bioflok juga butuh perbaikan, beberapa sarana prasarana seperti pipa air patah, selain itu, kelompok Raliyauw juga membutuhkan pembekalan langsung secara rutin dari Pemerintah Kabupaten Jayapura.
.
Astus pun mengungkapkan telah menyampaikan langsung kepada dinas terkait, namun secara lisan. Dia berharap, kondisi tersebut segera teratasi agar program budidaya ikan nila tersebut dapat berjalan lancar.
Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo ketika dikonfirmasi, mengatakan Dinas Kelautan dan Perikanan perlu segera mengambil tindakan.
“Harus benar-benar memikirkan bagaimana melakukan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Triwarno.
Penulis : Muhammad Irfan Editor : Syahriah Amir



















































