JAYAPURA, Redaksipotret.co – Berdasarkan hasil evaluasi pendataan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 1 di Kota Jayapura, ada enam wilayah yang belum terbebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.
Plt Asisten III Setda Kota Jayapura, Nur Bi Adji mengatakan, Pemkot Jayapura masih terus berupaya mewujudkan Kota Jayapura terbebas dari BAB sembarangan.
“Ada dua kelurahan dan empat kampung yang belum memiliki STBM sesuai harapan,” kata Nur Bi Adji, usai evaluasi pendataan STBM di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, hasil dari evaluasi ini akan menjadi perhatian Pemkot Jayapura sehingga ditahun 2024 bisa dianggarkan untuk pembangunan fasilitas penunjang STBM.
“Kita akan ajukan untuk tahun 2024 dapat menginterversi anggaran tersebut,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, juga diharapkan dapat menyediakan kendaraan khusus untuk menyedot tinja, khusus wilayah perairan yang tidak dapat dibangun water closet atau WC seperti pada umumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kota Jayapura, Makzi Atanay mengatakan, nantinya akan berkoordinasi dengan pemerintah kampung.
“Akan diupayakan anggaran untuk pembangunan infrastrukturnya. Yang terpenting saat ini alat penyedotan. Kalau kita bangun tangki septik komunal lalu tidak ada penyedotnya, sama saja dibuang juga ke air. Sehigga kita harapkan kolaborasi dengan instansi terkait menyediakan fasilitas tersebut,” ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, Kota Jayapura harus memiliki sanitasi yang baik lantaran dampaknya kepada kesehatan masyarakat.
“Dampak kesehatan salah satunya mengarah ke stunting,” kata Nyoman.
Adapun dua kelurahan dan empat kampung yang belum 100 persen bebas dari BAB sembarangan yaitu, Kelurahan Imbi, Kelurahan Hamadi, Kampung Enggros, Kampung Tobati, Kampung Tahima Soroma dan Kampung Kayu Batu.
Penulis : Muhammad Rafiq | Editor : Syahriah Amir



















































