JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie diduga melakukan plesiran ke luar negeri yaitu ke Thailand disaat fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas Komba, Kampung Yobeh, Distrik Sentani, sedang dipalang oleh masyarakat adat pemilik hak ulayat dari Marga Suku Sokoy.
Dari foto yang beredar, tampak Kadinkes Kabupaten Jayapura bersama sejumlah stafnya sedang berada di Pattaya, Thailand. Belum diketahui dengan pasti agenda dari Kadinkes Kabupaten Jayapura bersama sejumlah stafnya di Negara Gajah Putih tersebut, apakah hanya sekedar plesiran (jalan-jalan) atau ada agenda khusus disana.
Kadinkes Kabupaten Jayapura Khairul Lie ketika dihubungi wartawan media online ini melalui sambungan telepon selulernya terkait dengan aksi pemalangan Puskesmas Komba menuturkan bahwa aksi tersebut tidak berdampak pada pelayanan kesehatan kepada warga di Kota Sentani, khususnya di Kampung Yobeh dan sekitarnya.
Menurutnya, saat ini pelayanan kesehatan di Puskesmas Komba dialihkan ke Puskemas Sentani yang ada di Kemiri.
Untuk diketahui, pemalangan Puskesmas Komba ini terjadi sejak tanggal 8 Desember 2023 hingga 22 Januari 2024. Di mana, keluarga besar dari Marga Sokoy menutut kejelasan ganti rugi terhadap tanah adat tersebut.

Klarifikasi
Melalui keterangan tertulis Selasa (23/1/2024), Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Adi Kurniawan memberikan penjelasan.
Adi yang melakukan perjalanan ke Thailand bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura mengatakan bahwa perjalanan ke Thailand dan pemalangan Puskesmas Komba tidak ada hubungannya.
Perjalanan ke Thailand adalah bentuk apresiasi terhadap kerja keras bidang pelayanan kesehatan kepada seluruh Staff. Dirinyapun menegaskan bahwa, perjalanan ini tidak menggunakan sepeserpun uang Negara.
“Murni dari kebesaran hati dan komunikasi yang kami bangun selama setahun untuk menciptakan perjalanan ini. Bukti reward kerja keras pimpinan kepada staf di bidang kami, yang tentunya layak untuk diapresiasi karena tidak semua instansi dapat melakukan itu,” jelasnya.
Berkenaan dengan pemalangan Puskesmas Komba, dr. Adi menuturkan, pemalangan Puskesmas terjadi jauh sebelum perjalanan ini dilakukan.
Pihaknya pun telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan itu, namun dengan keterbatasan dan keterlibatan sektor lain sehingga penyelesaian hal tersebut belum optimal.
“Dari sisi kesehatan, tanggung jawab kami lebih sebagai user pemberi layanan kesehatan, sehingga kami berharap semua sektor dapat bahu membahu menyelesaikan permasalahan ini, dan tentunya perlu kerjasama dari masyarakat sebagai pemilik ulayat dimana rasa kemanusiaan bahwa masyarakat sebagai penerima manfaat dan sekaligus yg dirugikan terhadap pemalangan ini harus tumbuh dalam kesadaran masyarakat tersebut,” ucapnya.
“Kami sudah melakukan antisipasi dampak pemalangan Puskesmas Komba dengan melakukan penambahan pelayanan petugas Komba di Puskesmas Sentani sehingga dalam hal ini peningkatan jumlah pasien di Puskesmas Sentani tetap dapat dilayani dengan baik walaupun pemalangan masih terjadi sampai saat ini, dan hak-hak masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan dapat terjamin,” tambahnya.
Dia juga meminta kepada media massa yang ada di Kabupaten Jayapura untuk tidak membangun opini bahwa pihaknya tidak perduli dan meninggalkan tugas dan tanggung jawab.
“Dua kejadian ini adalah dua hal dengan tujuan baik yang berbeda hanya berada pada waktu yang bersamaan sehingga sangat mudah menggiring opini. Terima Kasih dan salam sehat buat kita semua, semoga pelayanan kesehatan semakin baik kedepan,” ucap mantan Kepala Puskesmas Harapan ini.
Penulis : Muhammad Irfan | Editor : Syahriah Amir



















































