MAPPI, Redaksipotret.co – Pemerintah Kabupaten Mappi, Papua Selatan telah mengambil langkah tegas terhadap puluhan guru dengan melakukan pemblokiran gaji.
Asisten III Setda Mappi Provinsi Papua Selatan, Maria Gorety Letsoin yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mappi mengungkapkan, pemblokiran dilakukan terhadap guru yang tidak melaksanakan tugas.
“Diblokir hingga mereka melaksanakan tugas kembali. Waktunya akan dipantau selama tiga bulan pascapemblokiran. Sebelum pemblokiran, pemerintah telah melayangkan surat peringatan dan panggilan,” ucap Maria dilansir dari laman Pasificpos.com, Senin (8/9/2025).
Selain pemblokiran, Pemkab juga melakukan pengawasan melekat terhadap kehadiran guru di sekolah masing-masing. Kemudian disematkan nomor khusus untuk tiap jenjang.
“Setiap hari mereka wajib mengirim laporan apel pagi dan absen guru lewat nomor tersebut yang dibuktikan dengan titik koordinat,“ kata Maria.
Dia menambahkan, setelah sebulan, akan dilakukan evaluasi tingkat kehadiran guru dengan bukti dokumentasi
Namun, untuk langkah pemecatan belum dilakukan lantaran pihaknya berharap semua dapat kembali normal. Selain penggunaan nota tugas, alasan guru tidak berada di tempat tugas antara lain ketersediaan rumah dinas dan faktor keamanan.
“Memang masih ada guru yang melaksanakan tugas dengan menggunakan nota tugas. Oleh sebab itu langkah penertiban langsung dilakukan berdasarkan instruksi bupati dimana semua harus kembali ke SK. Dalam hal ini kita fokus melakukan perapihan guna melihat penempatan formasi guru,“ pungkasnya.
Editor : Redaksi Potret



















































