JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura, Jenny Deda menyebutkan bahwa pengiriman biji kakao dari Kabupaten Jayapura sebulan mencapai 10 ton.
“Kiriman pertama sudah 4 ton, berikutnya lagi direncanakan pada 17 Juli mendatang sebanyak 4 ton. Jika pengiriman secara terus menerus sejumlah ini, maka sebulan bisa mencapai lebih dari 10 ton,” ucap Jenny di Sentani, Sabtu (13/7/2024).
Jenny menuturkan, pengiriman secara kontinyu yang dilakukan oleh gabungan kelompok petani (Gapoktan) Kabupaten Jayapura ke Provinsi Bali merupakan keseriusan kerjasama pemerintah daerah dengan pabrik coklat tersebut.
“Kami berharap dengan pengiriman tersebut secara terus menerus dapat bertahan seperti itu, supaya ekonomi petani dapat meningkat. Sehingga kesejahteraan keluarga mereka terpenuhi,” ucapnya.
Kualitas biji kakao, sebut Jenny, yang dikirim adalah premium yang harganya cukup mahal dibandingkan biji kakao biasa.
“Yang dikirim dari sini adalah biji kakao kering premium, yang telah melewati proses fermentasi, harganya Rp150 ribu per kilogram,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, untuk menjadi biji kakao premium, butuh ketelitian dan proses yang panjang, oleh karena itu harganya relatif mahal.
Editor : Syahriah Amir























































