JAYAPURA, Redaksipotret.co – Seorang pria berinisial MCA (17) menjadikan pacarnya berinisial ZM (13) sebagai korban kekerasan seksual dan eksploitasi seksual di salah satu hotel di kawasan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.
Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Victor Dean Mackbon, didampingi Wakapolresta AKBP Deni Herdiana, Kasat Reskrim Kompol Agus F. Pombos dan Kasi Humas AKP Muh. Anwar saat merilis kasus tersebut di Mapolresta, Jumat (17/5/2024).
Kapolresta mengatakan, berawal saat pelaku dan korban yang merupakan sepasang kekasih checkin di hotel pada tanggal 20, 21 dan 22 April, mereka melakukan hubungan badan sebanyak lima kali.
“Sebenarnya perempuan yang masih berstatus pelajar tersebut tidak mau melakukan hubungan badan yang diminta oleh pelaku, namun karena dipaksa oleh pelaku secara berulang-ulang hingga korban pun menurutinya,” ungkap Kapolresta.
Kemudian pelaku mencoba mencari keuntungan dengan melakukan penjualan korban untuk melakukan hubungan seks melalui aplikasi media sosial.
“Korban tidak sepakat, namun karena dibawa tekanan akhirnya korban menuruti niat pelaku untuk mengkomersialkannya. Jadi, korban dijual pada tanggal 23 dan 24 oleh pelaku, dimana hasilnya dibagi bersama. Anggota yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian,” kata Kapolresta.
Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan, laporan awal pihak keluarga ditindaklanjuti dan terindikasi ada perbuatan pidana yang dilaporkan bahwa pelaku membawa lari anak dari pelapor, tidak pulang sudah tiga hari.
“Setelah dilakukan pencarian melalui penyelidikan, didapati korban sedang bersama pelanggan dari pelaku melalui aplikasi tersebut,” ujar Kapolresta.
Atas perbuatannya tersebut, MCA disangkakan Pasal 6 huruf b Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan atau Pasal 76 i Jo Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Undang – Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 21 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.
Kapolresta menambahkan, untuk MCA masih akan terus didalami dan dikembangkan oleh penyidik di Unit PPA Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota.
Editor : Syahriah Amir





















































