JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Papua) menyelenggarakan kick-off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) pada Rabu, 20 Maret 2024 lalu.
SERAMBI menghadirkan uang Rupiah layak edar dalam jumlah dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat melalui layanan kas prima.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, pada periode SERAMBI, tercatat 1.603 orang melakukan penukaran uang. Dari jumlah tersebut, terbanyak melalui aplikasi Pintar BI.
“925 penukar melalui aplikasi, kemudian yang datang langsung ke titik penukaran sebanyak 678 orang,” jelas Faturachman dalam kegiatan Bincang – Bincang Media di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, di Kota Jayapura, Selasa (23/4/2024).
Tingginya jumlah pengguna aplikasi tersebut, sebut Faturachman, sesuai dengan harapan Bank Indonesia mempermudah masyarakat melakukan penukaran uang rupiah.
Pada periode SERAMBI di Papua, terdapat 19 titik penukaran yang dilakukan oleh mobil kas keliling Bank Indonesia dengan realisasi penukaran sebesar Rp9,7 milyar.
“Sementara, realisasi mobil kas keliling perbankan di 19 titik penukaran tercatat Rp1,45 milyar, dengan rincian masing – masing Rp226 juta uang pecahan besar atau UPB dan Rp1,22 milyar uang pecahan kecil atau UPK,” kata Faturachman.
Menurutnya, terjadi penurunan penukaran uang pada periode SERAMBI 2024 dibandingkan 2023 sebesar 36,9 persen atau dari Rp1,9 triliun menjadi Rp1,2 triliun.
“Realisasi UPK mengalami penurunan dari Rp91,43 milyar pada periode 2023 menjadi Rp73,32 milyar pada periode SERAMBI 2024. Hal yang sama terjadi pada realisasi UPB dari Rp1,8 triliun menjadi Rp1,1 triliun,” ucapnya.
Penurunan tersebut, kata Faturachman, didasari oleh beberapa faktor seperti libur bersama yang panjang, sehingga membuat pemudik pulang lebih awal serta penggunaan uang kartal yang sudah mulai beralih ke uang digital.
Editor : Syahriah Amir























































