JAYAWIJAYA, Redaksipotret.co – Dandim 1702/JWY, Letkol Cpn Anthenius Murip menegaskan pesan berantai yang menyebar di masyarakat dan di media sosial adalah tidak benar atau hoax.
“Untuk saat ini identitas jenazah satu orang asli Papua (warga lokal) dan para pelaku, serta bagaimana kejadian sebenarnya masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib,” kata Dandim dalam keterangan tertulis, Minggu (1/10/2023).
Sebelumnya, beredar pesan berantai yang sengaja disebar oleh kelompok separatis teroris (KST) dan simpatisannya untuk menfitnah dan menyudutkan aparat keamanan TNI dan Polri yang sedang bertugas di Wamena, Kabupaten Jayawiujaya, Provinsi Papua Pegunungan pada Sabtu (30/9/2023).
Adapun pesan berantai tersebut berisikan tentang adanya kejadian pada Sabtu, 1 September 2023 tengah malam di RSUD Wamena, dinarasikan aparat TNI Polri membawa mayat satu orang, kemudian memadamkan listrik rumah sakit tersebut dan memaksa pergi para penjaga pasien, serta menegaskan aparat TNI dan Polri sebagai pelaku penyebab meninggalnya satu orang tersebut.
Setelah dilakukan konfirmasi di lapangan tentang kejadian sebenarnya bahwa foto-foto yang beredar adalah jenazah satu OAP yang ditemukan di pinggir jalan Kantor Pengadilan Agama Wamena.
Mayat tersebut merupakan korban penganiayaan orang tidak dikenal, kemudian Patroli Polres Jayawijaya membawa korban ke UGD RSUD Wamena untuk mendapat penanganan medis dan identifikasi.
Demikian pula dari saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, diperoleh keterangan yang menjelaskan ciri-ciri para pelaku penganiayaan merupakan masyarakat OAP.
Saksi menuturkan melihat dua pelaku menggunakan kendaraan roda dua jenis Vario warna hitam mengejar korban dari arah samping gedung otonom ke arah depan gedung otonom di Jalan Yos Sudarso Wamena.
Tepat di depan gedung Pengadilan Agama, korban dianiaya oleh kedua pelaku tersebut menggunakan linggis dan senjata tajam. Namun karena saksi sendirian, sehingga tidak berani membantu. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Piket Polres Jayawijaya.
Polisi pun menuju ke lokasi kejadian dan menemukan korban tergeletak dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian korban dievakuasi ke RSUD Wamena menggunakan mobil Lantas Polres.
“Terkait tuduhan pemadaman listrik RSUD Wamena dilakukan oleh aparat keamanan TNI Polri adalah tidak benar. Karena saat itu terjadi hujan deras dan padam listrik dari pihak PLN,” jelas Dandim.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir
























































