JAYAPURA, Redaksipotret.co – Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan menyesalkan kejadian penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap 22 orang pekerja pembangunan Puskesmas dari PT Gloria Papua Permai.
Namun yang lebih disesalkan Pangdam sikap perusahaan tersebut yang tidak berkoordinasi dengan pihak TNI atau Polri saat melakukan pembangunan.
“Mengapa mereka malah meminta perlindungan pada KKB. Seharusnya mereka minta perlindungan kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. Sehingga kami bisa memberikan pengawasan, pengamanan dan memberitahu jika ada hal yang perlu diwaspadai,” kata Pangdam mengutip pasificpos.com, Sabtu (21/10/2023).
Sebagai aparat keamanan, TNI dan Polri tentunya memiliki pengalaman, sehingga diharapkan perusahaan yang akan masuk ke pedalaman di Papua dapat melapor ke pihak aparat keamanan.
Pangdam mengungkapkan, kejadian dengan motif serupa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu saat PT Istaka Karya mengadakan pembangunan di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Pangdam pun mengimbau setiap pekerja yang akan bekerja di pedalaman Papua agar membekali diri dengan ilmu beladiri.
“Dengan ilmu beladiri, para pekerja minimal bisa melawan. Pekerja ini jumlahnya lebih besar dari KKB yang menyerang. Kalo ada dasar beladiri tentu bisa melawan,” ucapnya.
“Jika ada perusahaan yang ingin pekerjanya berlatih, kami bersedia melatih selama satu bulan. Selain beladiri, mereka juga akan dilatih bagaimana menggunakan senjata tajam sebagai alat pertahanan sehingga mereka bisa melawan saat diserang,” sambung Pangdam.
Dari keterangan salah satu pekerja yang ditemui di Timika, diketahui bahwa sehari sebelumnya pihak KKB sudah mengumpulkan mereka di depan camp. Namun keesokan paginya mereka tetap bekerja.
“Pagi itu yang disuruh jaga tiba-tiba menghilang. Dan saat kami istirahat siang minum kopi dia tiba-tiba muncul dengan kelompok yang menyerang kami,” kata Newi, salahsatu pekerja yang selamat dari penyerangan KKB di Puncak.
Newi mengungkapkan, saat disuruh berkumpul di dalam tenda, KKB mengeluarkan senjata api jenis pistol dan memanah satu rekannya. Melihat peristiwa tersebut, Newi bersama rekannya yang lain berlarian menyelamatkan diri.
Sebelumnya, diperoleh informasi bahwa aksi penyerangan terhadap pekerja pembangunan Puskesmas di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah pada Kamis (19/10/2023) buntut dari protes KKB wilayah Kepala Air pimpinan Titus Murib yang dijanjikan uang keamanan dari pihak perusahaan tak kunjung diberikan.
Penulis : Redaksi Potret Editor : Syahriah Amir
























































