JAYAPURA, Redaksipotret.co – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Satgas Pamtas Statis RI-PNG Yonif 122/TS berhasil menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite sebanyak 700 liter (20 jerigen) dan dua unit sepeda motor tanpa dilengkapi surat kendaraan bermotor dan mengamankan lima warga asing asal PNG termasuk pengendara sepeda motor.
Wadansatgas Kapten Inf Adi Prayogo menjelaskan, diamankannya mereka bersama barang bukti berawal saat personel Satgas melakukan patroli keamanan dan mendapati dua orang yang mencurigakan pada pukul 20.05 WIT menggunakan sepeda motor yang akan melintasi jalur ilegal di wilayah perbatasan Indonesia – Papua Nugini di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura pada Senin (1/7/2024).
Personel kemudian menghentikan pengendara tersebut dan dilakukan pemeriksaan serta pengecekan barang bawaan. Selain BBM ilegal dan sepeda motor, personel Satgas juga mengamankan tiga handphone, dan uang tunai sebesar 3.341 Kina yang sudah berada di portal perbatasan.
“Mereka akan menyelundupkan barang ilegal tersebut ke wilayah Papua Nugini, setelah itu anggota Tim Patroli Pos Kout membawa lima orang yang diduga akan menyelundupkan BBM jenis Pertalite ke Pos kout Satgas Yonif 122/TS dan dilakukan pemeriksaan,” jelas Wadansatgas.
“Menurut keterangan kelima pelaku tersebut, BBM diperoleh dari salah satu masyarakat yang berasal dari Distrik Muara Tami, Kota Jayapura untuk diperjualbelikan di wilayah Papua Nugini dengan melewati jalur tikus wilayah perbatasan,” sambungnya.
Wadansatgas menyebut, para pelaku kemudian diserahkan ke pihak Imigrasi, Bea Cukai dan pihak Kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Wadansatgas mengimbau dan mengingatkan kepada warga di sepanjang tapal batas Indonesia – Papua Nugini untuk selalu menghindari semua kemungkinan aksi pelanggaran hukum.
“Termasuk melakukan penyelundupan barang-barang terlarang dan Ilegal. Dalam penemuan kali ini Pos Komando Utama (Kout) akan terus intens dalam melaksanakan pengamanan guna menjaga ketentraman dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kepada personelnya untuk lebih waspada dalam pengawasan di wilayah masing-masing agar hal serupa tidak terjadi lagi sehingga keamanan masyarakat dapat terjaga.
Sementara itu, Dansatgas Yonif 122/TS, Letkol Inf Diki Apriyadi menyampaikan bahwa tugas pokok Satgas Yonif 122/TS menjaga keutuhan wilayah Perbatasan Darat RI-PNG, juga mempunyai tugas tambahan yaitu seluruh Prajurit melaksanakan kegiatan teritorial yang bersifat membangun, melayani, dan mengayomi masyarakat serta memberikan bantuan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan personel Satgas.
Editor : Syahriah Amir























































