JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melakukan kunjungan ke wilayah Indonesia timur dalam rangka menyeleksi pemain Futsal U-17.
Dalam sepekan terakhir, pelatih asal Spanyol tersebut berkeliling ke enam ibu kota provinsi di Tanah Papua. Dia melanjutkan seleksi di Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Hector mengaku senang melihat tingginya animo anak-anak dan orang tua terhadap futsal.
Dari total 218 pemain yang mengikuti seleksi di Jayapura, terjaring 16 pemain terbaik, sebelum akhirnya dipersempit menjadi lima pemain unggulan.
“Pemain semua bagus dengan karakteristik berbeda, namun hampir semuanya masih kekurangan pengetahuan tentang futsal. Artinya, mereka memiliki bakat alami, tetapi belum dibekali pemahaman yang cukup tentang permainan futsal,” ujarnya.
Menurut Hector, sebagian pemain sudah memahami dasar permainan, sementara yang lain masih mengandalkan bakat alami. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan sistem pembinaan sejak usia dini.
“Seharusnya, jika kita memiliki sistem kompetisi dan pendidikan yang baik, para pemain ini bisa berkembang lebih maksimal sejak awal,” tambahnya.
Dia menegaskan bahwa meskipun hanya beberapa pemain yang menjadi fokus utama, seluruh peserta tetap dipantau perkembangannya. Hector berharap, dari hasil seleksi ini, akan muncul pemain yang mampu menembus tim nasional di masa depan.
Dia mengungkapkan bahwa tantangan pengembangan futsal di Papua berbeda-beda di setiap daerah. Di beberapa wilayah, fasilitas masih menjadi kendala, sementara di Jayapura fasilitas dinilai sudah cukup memadai.
“Yang perlu ditingkatkan adalah pendidikan pelatih. Ini bukan kesalahan individu, melainkan sistem yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan futsal modern,” jelasnya, dilansir dari laman Pasificpos.com, Minggu, 26 April 2026.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sistem kompetisi yang terstruktur dan berkelanjutan. Tanpa kompetisi rutin, menurutnya, perkembangan pemain tidak akan optimal.
“Bayangkan jika pemain sudah mengikuti liga selama 10 tahun sejak usia dini, mereka akan memiliki pengalaman yang sangat berharga. Ini juga akan membantu pelatih berkembang dan memperkuat ekosistem futsal secara keseluruhan,” katanya.
Saat ini, pihaknya tengah merancang langkah awal untuk meningkatkan kualitas kompetisi liga dan tim nasional.
Ia melihat adanya perkembangan positif, namun menegaskan bahwa investasi pada pemain muda, pelatih, serta sistem kompetisi menjadi kunci utama. “Itulah alasan saya datang langsung ke Papua,” pungkasnya. (Redaksi)


























































