JAYAPURA, Redaksipotret.co – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan perannya sebagai pelindung utama masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat kesehatan, termasuk saat risiko biaya tinggi muncul akibat tindakan medis yang tidak terduga.
Hal ini dirasakan langsung oleh Masnia, seorang ibu rumah tangga di Hamadi, Jayapura, saat anaknya harus menjalani operasi akibat kondisi medis serius.
Masnia menceritakan bahwa kondisi anaknya bermula dari keluhan sakit perut hebat yang datang tiba-tiba pada malam hari.
Tanpa menunda, ia segera membawa anaknya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kisah tersebut disampaikannya saat diwawancarai ketika mendampingi putranya yang tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi di RS TNI AL Jayapura, Senin, 27 April 2026.
Setelah pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan adanya peningkatan leukosit yang cukup tinggi dalam tubuh anaknya.
Kondisi ini mengindikasikan adanya infeksi serius yang berpotensi memburuk jika tidak segera ditangani.
Leukosit yang tinggi biasanya menjadi tanda adanya peradangan atau infeksi akut dalam tubuh, sehingga membutuhkan tindakan cepat, termasuk operasi, guna mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.
“Dokter bilang leukosit anak saya tinggi sekali, jadi harus segera ditangani. Besok paginya langsung dijadwalkan operasi karena dikhawatirkan infeksinya menyebar,” jelas Masnia.
Di tengah kondisi yang mendesak tersebut, kekhawatiran akan biaya sempat menghantui. Namun, setelah dilakukan pengecekan status kepesertaan, Masnia merasa lega karena dirinya terdaftar aktif sebagai peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah.
Hal ini membuat seluruh proses pengobatan, termasuk operasi dan rawat inap, dapat dijalani tanpa beban biaya.
Masnia mengaku pelayanan yang diterima sangat baik dan profesional. Mulai dari penanganan awal, tindakan operasi, hingga masa pemulihan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Selama pakai BPJS Kesehatan di RS AL ini, saya tidak mengalami kesulitan. Dokter dan perawatnya juga sangat membantu, jadi anak saya bisa ditangani dengan cepat dan baik sampai sekarang,” ungkapnya.
Dia juga mengenang masa sebelum keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN, di mana biaya pelayanan kesehatan terasa sangat memberatkan, terutama untuk rawat inap dan tindakan medis lanjutan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan bahwa pengalaman Masnia merupakan gambaran nyata kehadiran negara dalam menjamin akses layanan kesehatan yang adil dan merata.
“Kami turut bersyukur dapat menjadi bagian dari proses kesembuhan anak Ibu Masnia. Ini menjadi bukti bahwa Program JKN hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan tanpa diskriminasi, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa BPJS Kesehatan terus berkomitmen menjaga mutu layanan agar tetap optimal, mudah diakses, dan setara bagi seluruh peserta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan status kepesertaannya aktif, sehingga saat kondisi darurat terjadi, perlindungan kesehatan sudah siap digunakan,” kata Erika. (Rilis)

























































