JAYAPURA, Redaksipotret.co – Tokoh adat Papua, Max Abner Ferdinan Ohee, mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan warga Papua, untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif menjelang rencana aksi serentak nasional.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya agenda aksi dari sejumlah kalangan mahasiswa dan elemen pro Papua merdeka dalam rangka memperingati 59 tahun operasional PT Freeport Indonesia serta peringatan 64 tahun peristiwa Aneksasi Papua 1962.
Max Ohee menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum tentu benar, terutama yang beredar di media sosial maupun ruang publik.
Dia menilai, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu keresahan dan memecah belah persatuan masyarakat Papua.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun jangan sampai hal itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kedamaian di tanah Papua,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Dia juga mengajak mahasiswa sebagai kelompok intelektual untuk dapat berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika yang berkembang.
Menurutnya, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.
Max Ohee berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan dialog dan komunikasi sebagai jalan penyelesaian berbagai persoalan.
Dia menilai bahwa stabilitas keamanan merupakan kunci utama dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Rencana aksi yang akan digelar secara nasional tersebut diperkirakan melibatkan berbagai kelompok mahasiswa dan organisasi yang selama ini aktif menyuarakan isu-isu sosial dan politik di Papua.
Oleh karena itu, peran tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Melalui Imbauan ini, saya berharap seluruh masyarakat Papua dapat bersikap bijak, tidak mudah terpengaruh provokasi, serta bersama-sama menjaga harmoni dan persatuan di tengah berbagai dinamika yang berkembang,” pungkasnya. (Rilis)

























































