JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pelaksana tugas Kepala BPS Provinsi Papua, Akhmad Jaelani mengatakan, neraca perdagangan Provinsi Papua Tengah pada Juni 2026 mengalami defisit senilai US$30,26 juta. Defisit ini terjadi karena nilai impor yang jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspor.
Nilai neraca perdagangan Papua Tengah Juni 2026 mengalami penurunan defisit dibandingkan Mei 2026 yang mencatatkan defisit senilai US$37,77 juta.
“Pada Juni 2026, nilai ekspor tercatat senilai US$0,01 juta, sedangkan nilai impor tercatat senilai US$30,27 juta,” jelasnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Provinsi Papua Tengah selama Januari – Juni 2026 defisit senilai US$212,37 juta atau mengalami penurunan sebesar 108,64 persen dibandingkan Januari–Juni 2025 yang surplus senilai US$2.457,55 juta.
BPS mencatat, aktivitas perdagangan luar negeri Papua Tengah pada Juni 2026 menunjukkan tren penurunan, baik dari sisi impor maupun ekspor.
Nilai impor dari tujuh negara mitra utama tercatat senilai US$30,25 juta, mengalami penurunan sebesar 19,33 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai US$37,49 juta.
Singapura masih mengukuhkan posisinya sebagai negara pemasok terbesar ke Papua Tengah dengan kontribusi mencapai US$13,19 juta atau 43,59 persen dari total impor.
Meskipun secara bulanan menurun, kinerja impor secara kumulatif sepanjang Januari – Juni 2026 justru melonjak signifikan sebesar 72,28 persen menjadi US$211,62 juta, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang senilai US$122,83 juta.
Sementara itu, kinerja ekspor Provinsi Papua Tengah pada Juni 2026 terbilang sangat minim, yaitu hanya mencapai US$0,01 juta atau merosot 61,24 persen dibanding bulan Mei 2026 (US$0,02 juta).
Seluruh nilai ekspor tersebut berasal dari sektor nonmigas, tepatnya kelompok komoditas Ikan, Krustasea, dan Moluska (HS03).
Pada bulan ini, tidak tercatat adanya aktivitas ekspor untuk golongan bijih besi dan konsentratnya (HS26), kelompok nonmigas lainnya, maupun sektor migas.
Secara kumulatif selama Semester I-2026 (Januari–Juni), total nilai ekspor Papua Tengah mengalami koreksi tajam hingga 99,99 persen, di mana nilainya menyusut menjadi US$0,18 juta dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$2.592,74 juta.
Adapun jenis komoditi yang diekspor berasal dari sektor Nonmigas, yaitu golongan Ikan, Krustasea, dan Moluska (HS03) senilai US$0,01 juta. Sementara itu, bulan Juni 2026 tidak terdapat ekspor untuk golongan bijih besi dan konsentratnya (HS26), golongan nonmigas lainnya, dan golongan migas.
Untuk impor, tiga golongan barang Nonmigas dengan nilai impor terbesar, yaitu golongan Mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS84), golongan Mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS85) dan golongan Nonmigas lainnya senilai US$3,19 juta.(Redaksi)


















































