JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua resmi menutup rangkaian Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 yang mengangkat tema “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua” yang telah berlangsung sejak 7-9 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur Papua di Kota Jayapura.
Kepala Perwakilan Bank Indonesoa Papua, Warsono menyampaikan, selama tiga hari penyelenggaraan, Feskop telah menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi bagi seluruh ekosistem kopi Papua, mulai dari petani, pelaku UMKM, roaster, barista, komunitas, lembaga keuangan, pemerintah, hingga masyarakat sebagai konsumen.
Dia memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Feskop tahun ini dirancang secara end-to-end (dari ujung ke ujung) untuk memperkuat rantai nilai kopi Papua, diawali dengan Papua Origin Village yang menghadirkan pengalaman langsung perjalanan kopi dari hulu ke hilir.
Barista Bootcamp sebagai wadah peningkatan kapasitas dan keterampilan talenta kopi lokal, Barista Championship yang mengasah daya saing para barista muda Papua, berbagai sesi talkshow dan edukasi yang membuka wawasan pelaku usaha terhadap tren dan peluang pasar.
“Hingga pameran serta penjualan produk kopi dan UMKM unggulan Papua yang mempertemukan langsung petani dan pelaku usaha dengan konsumen maupun pembeli potensial,” kata Warsono, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dia menegaskan, keberhasilan Feskop tidak semata diukur dari nilai transaksi, melainkan dari terbukanya peluang baru bagi pelaku usaha dan menguatnya kebanggaan masyarakat terhadap kopi asli Tanah Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Warsono juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, mitra, stakeholder dan instansi terkait serta masyarakat yang telah hadir dan mendukung para pelaku usaha.
“Keberlanjutan ekosistem kopi Papua ditentukan pula oleh masyarakat yang terus memilih, menikmati, dan membanggakan produk ini,” katanya.
Dia pun bilang, berakhirnya Feskop ke sembilan ini tidak menandai berakhirnya perjalanan pengembangan kopi Papua.
Pihaknya akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh mitra strategis dalam mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang semakin luas.
Berbagai kolaborasi dan jejaring yang terbentuk selama festival diharapkan menjadi awal dari tindak lanjut yang berkelanjutan.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Suzana Wanggai menegaskan, Feskop merupakan program strategis daerah untuk mendorong pengembangan UMKM kopi sebagai komoditas unggulan Papua, sekaligus mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi keuangan digital.
Dia turut menyoroti status Feskop sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi kebanggaan sekaligus momentum strategis bagi Papua di kalender event pariwisata nasional.
Pemerintah Papua, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi yang terjalin selama festival dan berkomitmen terus bersinergi dengan Bank Indonesia menjaga keberlanjutan ekosistem kopi Papua agar semakin dikenal dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 mencatatkan capaian yang membanggakan, antara lain :
1. Omset transaksi UMKM sebesar Rp1.126.558.000
2. Nominal transaksi QRIS sebesar Rp706.734.000
3. Jumlah pengunjung mencapai 14.000 orang
4. Nominal business macthing sebesar Rp2.455.000.000
5. Keikutsertaan 60 UMKM di sektor kopi, food and beverage , craft atau fashion
6. 3 kali promosi internasional melalui World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok
7. Coffee Experience Papua Origin Village yang menghadirkan perjalanan kopi dari hulu ke hilir bagi pengunjung. (Rilis)


















































