Oleh : Syahriah
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Melalui kontribusinya dalam sektor kunci, BUMN membantu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan menyediakan layanan publik yang vital.
Badan usaha adalah mitra pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional. Misalnya dalam peningkatan ekspor. Selain itu, fungsi badan usaha adalah sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat.
Sebagai motor penggerak utama dalam perekonomian Indonesia, BUMN memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Mereka tidak hanya beroperasi untuk mencapai keuntungan finansial, tetapi juga untuk memastikan adanya distribusi keuntungan secara adil dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
BUMN memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan lapangan kerja. Dengan skala operasional yang luas, mereka terlibat dalam sektor-sektor strategis seperti industri, energi, dan infrastruktur yang memberikan peluang pekerjaan bagi ribuan orang. Ini tidak hanya mengurangi tingkat pengangguran tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
BUMN secara khusus terlibat dalam sektor-sektor yang dianggap strategis untuk pembangunan nasional. BUMN menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui dukungan terhadap sektor energi, transportasi, telekomunikasi, dan sektor-sektor lain yang menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, BUMN melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui dukungan terhadap sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar operasional mereka.
Untuk memenuhi tuntutan dunia yang terus berubah, BUMN berperan dalam mendorong inovasi dan pengembangan teknologi. Mereka dapat menjadi pemain kunci dalam pengenalan teknologi baru, digitalisasi, dan revolusi industri, menciptakan ekosistem bisnis yang dinamis dan berdaya saing.
BUMN berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan ketahanan negara. Melalui investasi jangka panjang dan manajemen risiko yang bijaksana, mereka membantu menjaga kestabilan ekonomi nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis ekonomi atau bencana alam.
Dalam penyediaan layanan publik, BUMN memastikan bahwa layanan yang mereka berikan dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti memberikan kontribusi positif terhadap inklusivitas sosial dan ekonomi di seluruh negeri.
BUMN berkomitmen pada praktik manajemen risiko dan Good Corporate Governance (GCG). Hal ini diperlukan untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam operasional mereka, sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi dan masyarakat.
Menghadapi masa depan, BUMN diharapkan untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perubahan dinamika global, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan berkelanjutan.
Keterlibatan aktif mereka dalam menciptakan kebijakan progresif, dukungan terhadap teknologi hijau, dan pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat menjadi kunci untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Sebagai bagian integral dari sektor publik, BUMN memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun dan mengembangkan perekonomian Indonesia. Kontribusi BUMN dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penyediaan layanan publik yang vital adalah pilar utama untuk kemajuan bangsa.
Melalui manajemen risiko yang bijaksana, inovasi berkelanjutan, dan praktik Good Corporate Governance, BUMN dapat menjadi kekuatan penggerak untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih makmur dan berkelanjutan.

Berkaitan dengan peran BUMN terhadap kemajuan pers, Menteri BUMN mempercayai bahwa wartawan adalah bagian utama industri pers yang akan bekerja secara profesional. Terhadap profesionalitasnya itu, maka pemerintah dan industri lain, termasuk BUMN, sangat memperhatikan industri pers.
Posisi media menjadi penting berkaitan dengan memberikan edukasi dan membuat khalayak menjadi semakin terliterasi. Perhatian BUMN dalam mendorong kemajuan pers antara lain diberikan oleh Kementerian BUMN dan jajarannya dalam bentuk dukungan penyelenggaraan UKW. Dukungan tersebut juga diberikan dengan harapan industri pers tetap mampu bersinergi berkontribusi untuk kemajuan BUMN.
Dukungan tersebut diharapkan bisa membuat industri pers tetap mampu membaca dengan tajam setiap fakta di lapangan, tanpa menyakiti atau melukai. Menteri BUMN menyadari bahwa saat ini merupakan era keterbukaan informasi. Sebagai pilar keempat demokrasi, pers berperan penting sebagai mitra pemerintah dan industri lain dalam mengabarkan atau melakukan koreksi yang membangun.
Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun mengungkapkan perihal dukungan dari Kementerian BUMN demi peningkatan kompetensi wartawan hingga pelatihan. “Kementerian BUMN mendukung program peningkatan kompetensi, peningkatan wawasan dan pelatihan bagi anggota-anggota PWI,” kata Hendry.

UKW di Papua Didukung MIND ID dan Jamkrindo
Di Provinsi Papua, pelaksanaan UKW didukung oleh dua perusahaan BUMN melalui Forum Humas BUMN. Kedua BUMN tersebut adalah Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan PT Jamkrindo.
Avindra perwakilan MIND ID mengatakan, sangat senang ikut berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan wartawan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pemprov Papua yang ikut mendukung UKM.
Sementara, perwakilan Jamkrindo di Jayapura, Syamsul Maarif berharap agar UKW bisa melahirkan wartawan profesional. Dia juga menjelaskan terkait keberadaan Jamkrindo di Papua. Jamkrindo bergerak di bidang peningkatan UMKM, dan berharap wartawan di Papua bisa meningkatkan pemberitaan UMKM, khususnya Jayapura, sehingga lebih maju dan lebih berkembang.
Direktur LUKW PWI Pusat, Firdaus Komar mengatakan, pada diri wartawan profesional, telah terdapat kemampuan mencari, memperoleh, memiliki, mengolah serta membuat, dan menyiarkan berita.Kompetensi wartawan juga berkaitan dengan kemampuan etika dan hukum pers.
Selain memiliki kemampuan dasar teknis, wartawan profesional memiliki kesadaran dan ketaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik, hukum dan perundang-undangan, serta peraturan-peraturan di bidang pers.
“Untuk mencapai standar kompetensi, seorang wartawan harus mengikuti uji kompetensi wartawan yang diselenggarakan oleh LUKW PWI,” ujarnya.
Menanggapi gelaran UKW yang dilaksanakan se- Indonesia ini dengan dibantu BUMN. Tentu hal ini berkaitan dengan hubungan kualitas dampak antara dua sisi kepentingan.
Kepentingan untuk meningkatkan kualitas pers dan pada akhirnya akan melahirkan produk pers berkualitas. Produk pers yang berkualitas ini akan memberikan dampak kepada kepentingan BUMN yang berkelanjutan, sehingga keberadaan BUMN butuh mitra yaitu pers itu sendiri.

Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah mengapresiasi Kementerian BUMN yang telah mendukung pelaksanaan UKW untuk menciptakan wartawan profesional, termasuk di Papua.
Penyelenggaraan UKW di Provinsi Papua dilaksanakan selama dua hari (26 dan 27 Januari 2024). Dari 15 peserta jenjang muda, madya dan utama secara kualitas sumber daya manusia telah memenuhi standar kompeten.
Sayid pun mengingatkan kepada seluruh peserta UKW yang telah dinyatakan kompeten telah tercatat di lembaran negara. Setelah dinyatakan kompeten, maka tantangan lebih berat, terutama ketika menjalankan tugas jurnalistik.
“Ketika memilih profesi wartawan, maka harus mematuhi Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” ucap Sayid.
Ketua PWI Provinsi Papua, Hans Bisai menyampaikan penghargaan terhadap Kementerian BUMN khususnya kepada MIND ID dan Jamkrindo yang telah memfasilitasi pelaksanaan UKW di Papua. Hans juga menyampaikan terima kasih kepada PWI Pusat yang menyelenggarakan UKW di awal tahun.
“Ini hal yang luar biasa, kami bisa melaksanakan UKW di awal tahun karena UKW sebelumnya dilaksanakan menjelang akhir tahun,” kata Hans.
Salah satu peserta UKW PWI – BUMN di Papua dari kelas Muda, Celia Waromi menyampaikan bahwa banyak pelajaran yang luar biasa diperoleh selama mengikuti UKW tersebut.
Celia juga menyampaikan terima kasih kepada para penguji dengan penuh kesabaran memberikan soal-soal ujian kepada peserta.
“Terima kasih juga kepada PWI Pusat, PWI Papua dan rekan-rekan sesama peserta UKW yang telah memberikan semangat sehingga kami bisa dinyatakan kompeten sebagai wartawan,” ucap Celia.***






















































