JAYAPURA, Redaksipotret.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura baru saja menggelar debat publik kedua di Gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH), Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin, 18 November 2024 malam.
Debat ini bertujuan untuk menyampaikan visi misi dan program kerja masing-masing calon jika terpilih nanti. Tema yang diangkat dalam debat kandidat kedua ini adalah “Tata Kelola Pemerintahan dan Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Penguatan Nasionalisme Kebangsaan Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”.
Calon Bupati Jayapura Nomor Urut 4 Yohannis Manangsang Wally yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Jayapura Daniel Mebri dalam closing statementnya menyampaikan banyak hal yang perlu dilakukan untuk memajukan Kabupaten Jayapura.
“Terkait dengan closing statement kami ini ada hubungannya dengan debat kandidat, yang mana tujuan dari debat kandidat itu adalah memilih atau mencari pemimpin. Sehingga masyarakat harus tau pemimpinnya ini seperti apa yang mereka harapkan nanti. Dengan adanya debat kandidat inikan masyarakat sudah lebih tau dalam mencari atau memilih pemimpinnya,” ujarnya.
Kesimpulannya, kata JMW, masyarakat mencari seorang pemimpin yang bisa menjadi sahabat dan juga bisa menjadi solusi untuk masalah-masalah yang selama ini mereka hadapi.
“Baik itu, pada tingkat ASN, kemudian pada tingkat masyarakat adat dan masyarakat agama, bahkan masyarakat sosial budaya secara utuh dalam hal ini bisa juga masyarakat Nusantara. Apalagi kita kan punya persoalan sangat kompleks, dan itu tidak bisa diselesaikan dengan hitungan yang simpel. Namun memerlukan satu pergumulan, perenungan dan juga kebijakan, untuk mengambil sebuah keputusan terhadap persoalan-persoalan yang terjadi seperti ini,” katanya.
Diakui bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Jayapura cukup berat, namun dengan pengalaman, kerja keras dan juga komitmen yang tulus, pasangan ‘JOHNDA’ bertekad membawa perubahan.
“Kami dari pasangan calon nomor urut 4 yakin mampu menghadirkan solusi konkret dan berdampak nyata bagi masyarakat. Kami akan memperkuat sektor kesehatan, pertanian, perkebunan, perikanan dan juga mengembangkan pariwisata lokal,” akunya.
“Selain itu, kami juga akan fokus pada peningkatan infrastruktur secara merata, pelayanan publik yang lebih baik, serta peningkatan pendapatan masyarakat. Semua itu, bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan juga memberi kesempatan yang lebih luas bagi kaum perempuan untuk beraktivitas dan berusaha di berbagai sektor,” tambah Cabup Jayapura yang terkenal dengan jargon Jayapura Emas 2030 ini.
Untuk itu, Cabup Jayapura nomor urut 4 ini menyampaikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura silahkan pilih kira-kira gambaran dari seorang pemimpin yang mungkin bisa menyelesaikan masalah di Kabupaten Jayapura yang saat ini sedang mengalami penurunan status dari berkembang menjadi daerah tertinggal.
Kemudian, angka kemiskinan juga semakin tinggi, angka putus sekolah itu mengalami peningkatan dari 52.525 orang dengan anak usia sekolah itu sekarang sekitar 14.000 orang yang tidak lanjut sekolah.
“Ini bukan main-main, problemnya terlalu besar. Apalagi yang bisa melanjutkan ke tingkat SMA/SMK itu hanya 69 persen dan lulus dari itu cuma 50 persen saja. Terus yang masuk ke perguruan tinggi cuma sekitar 24 persen dan kita belum tahu yang lulus berapa persen. Itu berarti kita kehilangan satu momen untuk anak-anak usia sekolah itu. Kita mau bicara sumberdaya manusia itu bagaimana kalau banyak angka putus sekolah. Yang jelas gak bisa, karena terlalu rumit keadaan disini,” paparnya.
Cabup John Manangsang Wally juga mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan semua persoalan itu dalam program 100 hari kerjanya, jika nanti dirinya bersama Daniel Mebri terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2024-2029. Tetapi, kebetulan dirinya seorang dokter yang belajar tentang seorang medis yang langsung personal dengan orang. Namun dirinya juga belajar tentang kesehatan masyarakat.
“Kita mengkolaborasikan antara ilmu tentang sel dan ilmu tentang manusia. Kesimpulan saya disini memang manusia lagi banyak yang sakit, dan ini memerlukan pertolongan terlebih dahulu. Kita tidak usah bicara yang muluk-muluk kedepannya, karena semuanya kita sudah siapkan dalam suatu program besar di dalam buku berjudul Jalan Menuju Jayapura Emas. Itu semuanya sudah tertulis dengan jelas apa saja yang akan kita lakukan,” imbuhnya.
Menurutnya, membangun Kabupaten Jayapura tidak bisa hanya datang dari pemerintah, namun semua komponen di dalam daerah ini harus ikut terlibat dalam partisipasi aktif serta tidak boleh ada yang menjadi penonton. (23)
Editor : Syahriah Amir




























































