JAYAPURA, Redaksipotret.co – Realisasi investasi di Papua cenderung fluktuatif. Investor memilih untuk wait and see pada tahun politik sehingga terjadi kontraksi yang cukup dalam pada tahun 2023.
“Selain itu, kondisi geografis serta keamanan yang cukup menantang di wilayah Papua membuat investor cenderung berhati-hati,” ujar Moudy Hermawan selaku Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua dalam Diseminasi LPP Papua, di gedung Bank Indonesia Papua, di Kota Jayapura, Kamis (7/3/2024).
Moudy menyebut, sektor tambang mendominasi Penanaman Modal Asing atau PMA. Terlihat dari total investasi selama lima tahun terakhir yang mencapai 3.89 miliar dolar AS. Terutama akibat pengembangan tambang bawah tanah di Tembagapura yang terus berlangsung hingga akhir tahun 2023.
Sementara itu, realisasi investasi PMA untuk lapangan usaha (LU) tanaman, perkebunan, dan peternakan mencapai 202,26 juta dolar AS dan digunakan dalam pengembangan lahan pertanian di Papua Selatan.
Sama halnya dengan Penanaman Modal Dalam Negeri atau PDMN, investor memilih berhati-hati pada tahun politik untuk melakukan investasi sehingga menyebabkan nilai investasi pada tahun 2023 turun signifikan dibanding tahun sebelumnya menjadi 5.975,90 ribu dolar AS. Demikian juga dengan total proyek yang terkontraksi di angka 46 pada tahun 2023.
“Realisasi PMDN di Papua periode 2019-2023 mencapai Rp6.197.630,40 juta (Rp6 ribu triliun). Investasi
tersebut tersebar pada 19 lapangan usaha dengan investasi terbesar tahun 2023 dilakukan pada LU Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan total 89 proyek,” jelas Moudy.
Sementara, proyek pada sektor konstruksi memberi sumbangsih terbesar dengan total 235 proyek. PMDN menunjukan tren peningkatan setiap tahunnya, kecuali tahun 2023.
“Namun, ada kemungkinan akan meningkat di akhir tahun atau dapat juga disebabkan oleh kehatian-hatian investor akibat proses pemilu yang sedang berlangsung. Investor memilih untuk menunggu dan melihat,” ucapnya.
Moudy mengungkapkan, dibanding tahun sebelumnya, sebanyak 514 ribu orang mampu diserap ke dalam lapangan pekerjaan yang tersedia sebagai akibat investasi yang dilakukan.
Editor : Syahriah Amir
























































