JAYAPURA, Redaksipotret.co – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se – Jayapura menggelar aksi demo menolak program Transmigrasi di Papua. Aksi tersebut berlangsung di kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua pada Senin (4/11/2024). Aksi demo tersebut langsung diresposn oleh DPR Papua.
Aksi demo yang dikoordinir oleh Maksi You menyampaikan delapan poin aspirasi mereka.
Pertama, pemerintah segera hentikan pengiriman transmigrasi ke Papua. Papua bukan tanah kosong.
Kedua, negara hentikan PSN dan tarik PSN dari tanah Merauke dan seluruh tanah Papua.
Ketiga, negara Republik Indonesia berhenti klaim tanah adat.
Keempat, kami aliansi BEM se-Kota Jayapura menolak program transmigrasi di seluruh 6 provinsi di Tanah Papua.
Kelima, segara segera berikan pendidikan, kesehatan, ekonomi dengan layak bagi orang asli Papua.
Keenam, negara hentikan eksploitasi sumber daya alam di Papua.
Ketujuh, Negara Republik Indonesia segera berikan hak keputusan kolektif kepada rakyat sesuai undang-undang Otsus yang berlaku.
Kedelapan, jika tidak tidak menanggapi aspirasi kami. Kami aliansi BEM se-Kota Jayapura akan melakukan konsolidasi dengan jumlah masa yang besar kami akan lumpuhkan seluruh Papua.
Usai membacakan pernyataan sikap itu, mereka menyerahkan kepada Wakil Ketua Sementara DPR Papua, Herlin Beatrix Monim.
“Aspirasi ini kami terima dan akan kami teruskan ke Pemerintah pusat,” kata Herlin Monim.
Herlin juga memberi respons positif terhadap aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut lantaran berjalan dengan baik, lancar dan aman tanpa ada gesekan antara mahasiswa dan pihak keamanan.
“Ketika demo disampaikan dengan aman, tentu semua pihak memberikan dukungan, bukan berarti semua yang kita perjuangkan berakhir di sini. Aspirasi ini tetap kita terima dan akan kita teruskan ke pemerintah pusat,” ucapnya melansir Pasificpos.com, Selasa (5/11/2024).
Editor : Syahriah Amir





























































