JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pesta demokrasi telah usai ditandai dengan pemungutan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua maupun Bupati dan Wakil Bupati Jayapura pada 27 November 2024 lalu. Tanda kemenangan pun telah terlihat melalui pleno rekapitulasi yang digelar KPU Kabupaten Jayapura.
Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang digelar KPU Kabupaten Jayapura, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2 Yunus Wonda-Haris Richard Yocku (YW-HRY) meraih suara tertinggi dan mampu memenangkan hati masyarakat Bumi Khenambay Umbay dengan jumblah pemilih terbanyak.
Meski demikian banyak beredar di media sosial maupun isu-isu bahwa para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura 2024 belum mau mengakui kemenangan pasangan yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) ini dan sedang berupaya untuk melakukan keberatan hasil Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Jayapura dengan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia.
Upaya yang dilakukan oleh para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura lainnya, sebagai salah satu Tokoh Pemuda, Jack Judzoon Puraro mengajak seluruh elemen masyarakat tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan komponen masyarakat lainnya untuk sama-sama menghargai keputusan rakyat Bumi Khenambay Umbay.
“Terpilihnya paslon nomor urut 2 adalah spirit Otonomi Khusus (Otsus) yang sesungguhnya. Yakni menjadi ‘Tuan Bagi Negeri Papua Sendiri’ yang mana telah dibawa oleh kedua pasangan yang sama-sama orang asli Papua untuk berjuang memenangkan Pilkada Kabupaten Jayapura yang penduduknya heterogen,” ujar Ketua Gerakan Pemuda Jayapura atau Gapura ini di Sentani, Selasa (10/12/2024).
Jack mengatakan, ini adalah konfidensi dan konsistensi dari seorang Yunus Wonda yang berasal dari Suku Lani tetapi dibesarkan di bawah kaki gunung Cycloop, sehingga memilih seorang Haris Richard Yocku.
“Yunus Wonda ini ingin menunjukkan bahwa dia sangat menghargai Manusia Papua dan Negeri Papua, sebagaimana yang sering dikemukakan saat menjadi pimpinan di DPR Papua selama dua periode,” katanya.
“Mau menang atau kalah, itu urusan kedua. Tetapi, menghargai Papua harus ditunjukkan dengan memilih pasangan orang asli Papua seperti Yunus Wonda yang menghargai keputusan kultural MRP tanpa harus menjadi PKPU,” ucapnya.
Editor : Syahriah Amir



























































