JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog hingga saat ini masih terus mendatangkan beras dari luar Papua yaitu dari Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan untuk menjaga ketahanan stok.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Jusri Pakke mengatakan, kendati beberapa daerah di Papua menghasilkan beras, namun produksinya tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Salah satunya Kabupaten Merauke, meskipun penghasil beras, tetapi produksinya terbatas, hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah tersebut,” kata Jusri di Jayapura, Jumat (14/2/2025).
Jusri berharap, Merauke bisa menjadi daerah lumbung beras nasional, agar Perum Bulog tidak mendatangkan lagi dari luar Papua.
“Tetapi hal itu belum bisa terpenuhi. Kita punya 10 kantor cabang se-tanah Papua masih mengandalkan beras dari dalam negeri dan impor. Suplai dari luar Papua masih 90 persen,” jelasnya.
Hingga 14 Februari 2025, Perum Bulog Kanwil Papua telah menyerap beras petani Merauke sebanyak 1.600 ton atau 6 persen dari target 19.000 ton di tahun 2025 dengan harga Rp12.000 per kilogram.
“Mudah-mudahan lima bulan kedepan kita bisa serap 100 persen bertepatan dengan masa panen raya. Konsentrasi kita saat ini penyerapan beras,” ucapnya.
Sementara itu, stok beras saat ini sebanyak 39.000 ton termasuk yang berada di gudang Perum Bulog di 10 kantor cabang dan sedang dalam perjalanan.
Beras tersebut siap disalurkan untuk bantuan pangan, ASN dan TNI Polri, operasi pasar dan cadangan pangan jika terjadi bencana.
Editor : Syahriah Amir























































