JAYAPURA, Redaksipotret.co – Pada semester I-2024, pendapatan negara di Papua mencatatkan realisasi sebesar Rp8,33 triliun atau 68,36 persen dari target APBN 2024. Angka ini tumbuh sebesar 103,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kanwil Papua, Moudy Hermawan mengatakan, pendapatan Negara, utamanya Pajak Internasional (Bea dan Cukai) melebihi target dikarenakan Bea Keluar yang Fantastis.
Penerimaan pajak dalam negeri menunjukkan pertumbuhan positif. Realisasi pajak dalam negeri mencapai Rp3,74 triliun atau 40,42 persen dari target, tumbuh 14,04 persen secara year on year (yoy).
Dia memaparkan, seluruh komponen Pendapatan Negara seperti Pajak Dalam Negeri, Pajak Internasional, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengalami pertumbuhan yang positif dari awal hingga tengah tahun 2024.
PPH Non Migas mencatatkan kontribusi tertinggi yaitu sebesar Rp2.318,57 miliar (2,31 triliun) atau 61,94 persen dari total Penerimaan pajak sedangkan PPN dan PPnBM mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 25,41 persen.
“Bila dilihat dari jenis pajaknya, PPh 21 memberikan sumbangan 46,00 persen terhadap total pajak dalam negeri yang pertumbuhannya secara kumulatif sebesar 14,28 persen. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat upah pada sektor tenaga kerja formal relatif baik dan meningkat, pun dari sisi rekrutmen penciptaan kesempatan kerja,” jelasnya, Senin (29/7/2024).
Kemudian, per 30 Juni 2024, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp4,10 triliun atau 170,41 persen dari target. Bea Masuk tumbuh 26,56 persen (yoy).
“Didorong antara lain oleh extra effort, kurs dollar yang meningkat dibandingkan tahun lalu, dan kinerja impor yang masih tumbuh. Sementara bea keluar tumbuh fantastis sebesar 1.317,77 persen (yoy), yang antara lain disebabkan terbitnya PMK terbaru yaitu PMK Nomor 38 Tahun 2024 tentang Penetapan Barang Ekspor Yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar pada tanggal 31 Mei 2024,” kata Moudy.
Moudy juga membeberkan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga akhir Juni 2024 terus mengalami pertumbuhan mencapai Rp483,42 miliar atau 92,03 persen dari target, tumbuh 18,51 persen secara yoy.
“Capaian positif ini terutama didorong oleh realisasi pendapatan PNBP Lainnya sebesar Rp362,25 miliar dan pendapatan BLU sebesar Rp121,16 miliar. Kinerja PNBP ditopang dengan adanya kenaikan yang sangat signifikan pada Pendapatan PNBP Bukan Pajak Lainnya,” ujarnya.
“Salah satu komponen pendapatan PNBP lainnya tersebut adalah penerimaan dari bea lelang dan pengelolaan BMN yang dikelola oleh DJKN, dimana realisasi bea lelang mencapai Rp1,68 miliar dan pengelolaan BMN mencapai Rp4,79 miliar,” sambung Moudy.
Dia menyebut, kontribusi lelang utamanya pada pokok lelang yang menunjukkan nilai transaksi ekonomi (sinyal pertumbuhan ekonomi).
“Sementara kontribusi lelang pada perekonomian dan tata kelola keuangan daerah ditunjukkan melalui lelang produk UMKM Papua, BPHTB, dan lelang penghapusan aset daerah yang mendukung pertanggungjawaban keuangan daerah yang lebih baik,” jelasnya.
Editor : Syahriah Amir






















































